Harga plastik, germasuk cup yang biasa digunakan pelaku UMKM makanan dan minuman naik tak terkendali. Termasuk di Boyolali. (M IHSAN/RADAR SOLO)RADARSOLO.COM- Harga produk plastik kemasan melonjak drastis.
Bahan baku utama bagi sebagian besar produk olahan makanan dan minuman tersebut merangkak naik sejak pertengahan Maret hingga saat ini.
Lonjakan harga tersebut diduga kuat dipengaruhi oleh naiknya harga bahan baku di pasar global, yang salah satunya dipicu oleh eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga: Daftar Kereta Api Menuju Solo yang Dialihkan Imbas KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu Senin Siang
Dampak dari melambungnya harga plastik dirasakan langsung pedagang kopi keliling di sekitar kompleks perkantoran terpadu Pemkab Boyolali.
Dedi, pedagang kopi keliling, terpaksa menaikkan harga jual kopi seduhannya Rp1.000 setelah harga gelas plastik atau cup mengalami kenaikan tak terkendali.
“Mau tidak mau ya harus ada yang dikorbankan. Terpaksa dinaikkan harganya. Soalnya kalau mau mengurangi takaran, atau kualitas, tidak bagus,” jelasnya kepada radarsolo.jawapos.com, Senin (6/4/2026).
Dedi mengaku, saat ini harga beli gelas plastik yang biasa ia gunakan naik hampir 70 persen.
Sebelum mengalami rentetan kenaikan, gelas plastik masih berada di harga Rp10.000 per pack.
Namun saat ini, harganya sudah meroket dan berada di kisaran Rp16.000 hingga Rp16.500 per pack.
Baca Juga: Turun Jadi Bek Tengah, Andrei Alba Malah Bersinar dan Jadi Player of The Match
“Ya semua yang dari plastik naik, tidak cuma gelas. Kantong plastik, plastik bungkus makan juga. Ini semua penjual juga merasakan,” tambahnya.
Sementara itu, di Pasar Sunggingan Boyolali, para pedagang mengatakan, lonjakan harga plastik terjadi secara bertahap sejak pekan kedua bulan Maret dan kini dirasa semakin tidak terkendali.
Hampir seluruh jenis plastik, mulai dari kebutuhan rumah tangga hingga operasional usaha kuliner, mengalami kenaikan yang sangat signifikan, bahkan mencapai level 70 persen.
Yanti, pedagang plastik, mengaku tidak tahu pasti penyebab di balik rentetan kenaikan harga tersebut.
Baca Juga: Revitalisasi Keraton Disorot: Kubu Purbaya Minta Audit, BPK: Belum Ada Laporkan Masuk
Namun, ia sempat mendengar kabar bahwa kondisi ini dipicu oleh keterbatasan bahan baku produksi yang sebagian besar masih harus diimpor dari luar negeri.
"Mulai naik itu Maret minggu kedua. Semua turunan plastik (naik harganya), kisaran 30-70 persen," katanya.
Pedagang lain di kawasan yang sama menyebutkan bahwa plastik bening menjadi jenis produk yang paling terdampak dengan lonjakan harga tertinggi dibandingkan jenis plastik lainnya.
Jika sebelumnya plastik kemasan ukuran 1 kilogram dibanderl Rp6.800 per pack, kini harganya tembus Rp11 ribu.
Sementara itu, untuk jenis plastik bungkus yang sebelumnya dijual dengan harga Rp28 ribu, meroket menjadi Rp46 ribu per lima pack.
"Semua plastik kemasan warna bening itu naiknya memang paling tinggi," tuturnya. (fid)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com