Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Rekonstruksi Pembunuhan Karanggede Boyolali: 43 Adegan Terungkap, Tersangka Sudah Rencanakan Aksi

Abdul Khofid Firmanda Putra • Kamis, 9 April 2026 | 14:30 WIB
Proses Rekonstruksi Yang dilakukan Di Mapolres Boyolali, Kamis (9/4). (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)
Proses Rekonstruksi Yang dilakukan Di Mapolres Boyolali, Kamis (9/4). (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Satreskrim Polres Boyolali, bersama tim Kejaksaan Negeri Boyolali melakukan rekonstruksi kasus pembunuhan di Karanggede pada Kamis (9/4).

Rekonstruksi tersebut memperagakan 43 adegan, mulai dari awal sebelum tiba di lokasi, kedatangan tersangka A di TKP, hingga melakukan eksekusi di rumah korban.

Kasatreskrim Polres Boyolali, AKP Indrawan Wira Saputra mengungkapkan, rekonstruksi ini untuk memperjelas proses kejadian dan memastikan bahwa tersangka A memang melakukan pembunuhan terhadap korban.

Berlokasi di Mapolres Boyolali, proses rekonstruksi dilakukan secara detail. Beberapa saksi serta barang bukti juga diperlihatkan untuk melengkapi jalannya proses rekonstruksi.

Baca Juga: Tebing Gunung Sentir Longsor, Jalur Alternatif Cepogo-Selo Boyolali Sempat Lumpuh Total

Selama rekonstruksi, tersangka juga diminta untuk menjelaskan bagaimana dia bertamu, lalu melukai korban D serta membunuh anak D.

Sebelum tiba di TKP rumah korban, diketahui tersangka sudah menyiapkan satu buah pisau cutter.

“Jadi tersangka sudah membawa cutter sebelum tiba di TKP,” jelas Indrawan, Kamis (9/4).

Setiba di depan rumah, tersangka memanggil korban dengan berpura-pura ingin membayar hutang. Korban lalu mempersilahkan masuk ke dalam rumah.

Setelahnya, tersangka meminta izin untuk buang air di rumah korban. A lalu berpura pura mentransfer uang melalui mobile banking.

Tersangka lalu mendekati korban sambil menanyakan apakah uang sudah masuk. Namun, A langsung mencekik korban hingga terjatuh.

Sambil masih mencekik leher korban, A mengeluarkan pisau yang sudah disiapkan sebelumnya.

Dia lalu menusuk korban sebanyak 4 kali di bagian leher. Tak lama, anak korban mendekat dan memohon untuk tidak menyakiti ibunya. Korban anak kemudian keluar sambil berteriak minta tolong.

Tersangka lalu menarik korban ke area dapur, dan mengambil gunting untuk menusuk korban sebanyak 5 kali. Korban anak kembali masuk ke rumah untuk melihat kondisi ibunya.

Mengetahui ada saksi mata, A kemudian gelap mata hingga mencekik korban anak. Tak sampai disitu, A juga memasukkan kepala anak tersebut kedalam bak air.

Tersangka mengangkat tubuh korban anak dan kembali mencekik leher untuk kedua kalinya, dia lalu mencelupkan kembali korban anak dengan posisi kepala dibawah, sambil memegang bagian kaki.

A kemudian kembali mendatangi korban D untuk menusuk menggunakan gunting sebelumnya sebanyak 5 kali.

Untuk memastikan korban sudah meninggal, tersangka meyiram tubuh korban sebanyak 2 kali sebelum kabur membawa kendaraan korban.

Namun, Indra mengatakan, fakta yang ditemukan korban berpura-pura meninggal dunia untuk menghindari pemukulan lanjutan dari tersangka.

"Tersangka ini sudah melakukan perencanaan pembunuhan, dan kita akan menjeratnya dengan pasal pembunuhan dengan dijuntokan undang-undang PPA," kata Indrawan.

Indrawan juga menjelaskan bahwa tersangka A sempat mengambil celana jeans korban untuk melarikan diri dari rumah korban.

Diberitakan sebelumnya, kasus pencurian dengan kekerasan terjadi di Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali, Kamis (29/1) sore.

Perampok menyatroni rumah yang dihuni oleh seorang ibu serta dua orang anak perempuan.

Namun nahas, anak kedua yang berusia enam tahun berinisial AO meninggal dunia. Sementara sang ibu, D,33, mengalami luka bacok dibagian leher, dan langsung dilarikan ke rumah sakit.(fid)

Editor : Nur Pramudito
#Boyolali #mapolres boyolali #kasus pembunuhan #karanggede boyolali