Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Kasus Kebakaran di Boyolali Didominasi Korsleting Listrik, Ini yang Harus Dipahami Masyarakat

Abdul Khofid Firmanda Putra • Kamis, 9 April 2026 | 18:20 WIB

 

Kebakaran di Desa Kendel, Kecamatan Kemusu, Boyolali, beberapa waktu lalu. (Abdul Khofid/Radar Solo)
Kebakaran di Desa Kendel, Kecamatan Kemusu, Boyolali, beberapa waktu lalu. (Abdul Khofid/Radar Solo)

 

RADARSOLO.COM – Damkar Kabupaten Boyolali mencatat kasus kebakaran yang terjadi banyak disebabkan korsleting listrik.

Kepala Bidang (Kabid) Damkar Satpol PP Boyolali Supriyono mengungkapkan, korsleting listrik dapat terjadi karena beberapa factor. Seperti instalasi listrik yang tidak sesuai standar, penggunaan listrik yang berlebihan, dan kabel yang rusak.

Dia mencontohkan, banyak pemilik rumah yang tidak mengganti instalasi kelistrikan di rumah setelah menaikkan kapasitas listrik untuk kebutuhan rumah tangga.

Baca Juga: 71 Mobil Operasional KDMP Tiba di Boyolali, Tahap Awal Dibagikan Ke Koperasi Yang Sudah Operasional.

”Masih banyak yang abai, contoh sebelumnya kapasitas cuma 450 watt, terus dinaikkan ke 900 watt. Itu kabel-kabelnya juga harus diganti. Karena spesifikasinya berbeda, dayanya lebih tinggi,” ujarnya kepada Radarsolo.com, (9/4/2026).

Menurutnya, untuk mencegah korsleting listrik diharapkan memeriksa instalasi listrik secara berkala. Kemudian membatasi penggunaan listrik yang berlebihan, menggunakan kabel sesuai standar, serta mengganti kabel yang rusak.

”Dengan mengetahui bahaya korsleting listrik, dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keselamatan listrik dan mencegah kebakaran rumah,” imbuhnya.

Baca Juga: Korban Investasi Bodong Bisnis Air Kemasan di Sragen Mengadu ke Kompolnas: Kerugian Ratusan Juta

Saat terjadi korsleting listrik, banyak masyarakat yang tidak tahu dimana titik pusat korsleting. Bahkan, saat ada tanda korsleting listrik, masyarakat justru tetap abai.

Dia mencontohkan, saat terjadi kebakaran masjid kuno di Kemusu beberapa waktu lalu, kelistrikan masjid sudah beberapa kali mati tanpa sebab. Namun warga malah mendahulukan memelitur kayu masjid, hingga terjadi korsleting tak lama setelah dipelitur.

”Kalau ada tanda-tanda, biasanya listrik jegleg (mati) tanpa sebab berulang-ulang, segera dicek kelistrikan di rumah,” lanjutnya.

Baca Juga: Warga Ngringo Karanganyar Temukan Elang Jawa, Satwa Ikonik Jawa di Ambang Punah

Sebab, ketika terjadi korsleting, kabel akan panas dan mengeluarkan api, apalagi jika menggunakan kabel tidak sesuai.

Bahkan, dalam jangka waktu kurang dari sebulan, sudah ada tiga laporan resmi masuk ke Damkar Boyolali kebakaran rumah akibat terjadi konselting listrik.

”Kami akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi tentang keselamatan listrik untuk masyarakat Boyolali,” tandasnya. (fid/adi)

 

Editor : Adi Pras
#Boyolali #kemusu #kebakaran #korsleting listrik #Damkar Boyolali