Banjir menggenangi jalan utama Kecamatan Juwangi Boyolali dan merendam pemukiman warga, khususnya di wilayah Desa Pilangrejo, Jumat (10/4/2026). (TANGKAPAN LAYAR)RADARSOLO.COM–Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Kecamatan Juwangi, Boyolali pada Jumat (10/4/2026) siang, mengakibatkan bencana banjir di sejumlah titik.
Luapan air tidak hanya menggenangi jalan utama kecamatan, tetapi juga merendam pemukiman warga, khususnya di wilayah Desa Pilangrejo.
Luapan Sungai Rendam Jalan dan Rumah
Camat Juwangi Siswanto menjelaskan, hujan lebat mulai mengguyur wilayah Boyolali bagian utara sejak pukul 14.00-15.30.
Baca Juga: Rampung 95 Persen, Asrama Haji Donohudan Siap Sambut 29 Ribu Jemaah Mulai 21 April 2026
Intensitas curah hujan yang sangat tinggi memicu sungai setempat meluap ke daratan.
"Iya, akibat hujan deras tadi, terjadi banjir," kata Siswanto.
Banjir luapan air sungai tersebut sempat melumpuhkan akses di jalan utama Juwangi dan merangsek masuk ke dalam rumah-rumah warga.
Beruntung, dalam musibah ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun luka-luka. "Untuk korban nihil," jelasnya singkat.
Delapan RT di Pilangrejo Terdampak
Dampak banjir kali ini cukup luas di tingkat permukiman. Setidaknya terdapat delapan wilayah Rukun Tetangga (RT) di Desa Pilangrejo yang terendam air luapan sungai tersebut.
Siswanto merinci secara detail wilayah mana saja yang terdampak genangan air pada sore hari itu.
"Yang terdampak dari RT 01, 02, 03, 21, 04, 05, 07, 08," beber Siswanto.
Siswanto menjelaskan, wilayah tersebut memang menjadi daerah langganan banjir apabila terjadi hujan deras dengan durasi yang lama.
Namun demikian, karakteristik banjir di lokasi ini cenderung cepat surut seiring dengan meredanya curah hujan.
Terbukti sekitar pukul 16.30 WIB, kondisi air dilaporkan sudah mulai menarik diri dari pemukiman warga.
"Untuk saat ini kondisi air sudah mulai surut," terangnya.
Pihak Kecamatan Juwangi telah melaporkan kejadian tersebut secara resmi ke BPBD Kabupaten Boyolali. Berdasarkan analisis dampak di lokasi kejadian, peristiwa ini dikategorikan sebagai bencana ringan karena tidak menimbulkan kerusakan struktural yang masif. (fid)
Editor : Tri Wahyu Cahyono