Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Simulasi di Asrama Haji Donohudan Boyolali, Kartu Nusuk Haji 2026 Kini Dibagikan dan Diaktivasi Sejak di Embarkasi

Abdul Khofid Firmanda Putra • Minggu, 12 April 2026 | 15:42 WIB
Kakanwil Haji Jawa Tengah, bersama Syarikah Rakeen menggelar simulasi penggunaan dan pembagian Kartu Nusuk di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Minggu (12/4/2026). (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)
Kakanwil Haji Jawa Tengah, bersama Syarikah Rakeen menggelar simulasi penggunaan dan pembagian Kartu Nusuk di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Minggu (12/4/2026). (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Pihak Dirjen Pelayanan Haji Kakanwil Haji Jawa Tengah bersama Syarikah Rakeen menggelar simulasi penggunaan dan pembagian Kartu Nusuk di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Minggu (12/4/2026).

Simulasi ini sengaja dilakukan lebih awal sebelum kedatangan resmi calon jemaah haji guna memastikan seluruh kesiapan teknis di Arab Saudi nantinya berjalan lancar tanpa hambatan administratif.

Wakil Ketua Komisi 8 DPR RI sekaligus Ketua Panitia Kerja (Panja) Haji Abdul Wahid menjelaskan, kartu Nusuk merupakan dokumen sangat penting bagi jemaah untuk mendapatkan akses ke berbagai tempat vital di Arab Saudi, termasuk Masjidil Haram, kawasan Armuzna, hingga Raudhah.

Baca Juga: Tekan Risiko Pendaki Hilang, BPBD Karanganyar Gembleng Relawan melalui Pelatihan Jungle Rescue

Melalui simulasi ini, petugas memberikan gambaran utuh mulai dari penerimaan jemaah, pendataan, hingga proses pembagian kartu.

"Tadi dari Rakeen sudah memberikan penjelasan simulasi dengan mengambil sampel, ada beberapa jamaah yang tadi dari mulai penerimaan datang, sampai pembagian kartu nusuk, sampai pendataan, sampai selesai," jelas Abdul Wahid.

Kebijakan pembagian Kartu Nusuk di embarkasi ini merupakan inovasi perdana yang dilakukan oleh Kementerian Haji dan Umroh.

Pada tahun-tahun sebelumnya, kartu ini baru dibagikan saat jemaah sudah berada di tanah suci, yang sering kali memicu kendala distribusi.

Abdul Wahid berharap kemajuan pelayanan ini menjadi penanda kualitas penyelenggaraan haji 2026 yang lebih baik.

"Ini satu tanda kemajuan pelayanan yang diberikan pada calon jemaah haji itu 2026 yang lebih baik daripada tahun-tahun yang sebelumnya. Kami berharap bahwa simulasi ini dapat membantu meningkatkan kualitas pelayanan haji di masa depan,” lanjutnya.

Kartu Sakti untuk Kelancaran Ibadah

Baca Juga: Hindari Ban Cadangan Lepas, Isuzu Elf Terjun ke Parit Tol Semarang-Solo Wilayah Boyolali: 2 Penumpang Terluka

Dirjen Pelayanan Haji Kementerian Haji dan Umrah RI, Ian Heriyawan, menegaskan bahwa Kartu Nusuk adalah identitas tunggal jemaah yang berisi data profil, informasi medis, hingga jadwal keberangkatan.

Di embarkasi, kartu pintar ini akan langsung diaktivasi oleh petugas hanya dengan memindai (scan) kartu tersebut. Ian mengistilahkan dokumen ini sebagai "kartu sakti" karena menjadi syarat mutlak untuk memasuki Arafah dan kawasan Haram.

"Sehingga nanti kartu Nusuk itu ya jadi kartu sakti di sana. Lah kalau tidak punya kartu Nusuk kan enggak bisa masuk Arafah, masuk haram. Ya pasti itu menghemat waktu sehingga proses-proses ke sana lancar. Dan jemaah haji itu jadi yakin, karena kartu nusuknya sudah dapat," ujar Ian.

Upaya pembagian sejak di tanah air ini bertujuan agar jemaah bisa lebih fokus mempersiapkan fisik dan mental tanpa perlu mengkhawatirkan urusan administrasi setibanya di Bandara Jeddah maupun Madinah.

Baca Juga: Heboh Anggaran EO Tembus Rp113 Miliar, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana Beri Penjelasan

Ian juga menjelaskan bahwa sistem distribusi tahun ini jauh lebih teratur karena terpusat melalui satu syarikah.

"Kalau dulu kan ada di sana dan infonya mungkin ada yang terpisah karena kan banyak ya syarikahnya. Kalau sekarang kita berupaya, insyaallah karena SOC ini satu syarikah jadi lebih mudah secara sistem. Tinggal kami saja melayaninya, mohon doanya saja," tambahnya.

Respons Positif dari Jemaah

Simulasi yang melibatkan 360 jemaah calon haji kloter 56 SOC asal Kabupaten Boyolali ini disambut baik oleh para peserta.

Lasini, salah satu calon jemaah, mengaku merasa jauh lebih tenang setelah mendapatkan kartu identitas tersebut sebelum berangkat.

Baca Juga: Lakukan Aksi Kemanusiaan, Polres Klaten Kunjungi Rumah Singgah Pasien Kurang Mampu di Karanganom

Kepastian administratif ini diakui memberikan rasa aman bagi jemaah agar bisa beristirahat dan beribadah dengan lebih nyaman setibanya di Makkah.

"Dengan adanya kartu Nusuk ini sekarang kan kita lebih tenang untuk kita langsung di Makkah gitu, kita sudah memegang identitas kita. Berarti kita lebih tenang istirahat, untuk ibadahnya kita bisa nyaman dan terkondisi bagus," tutur Lasini. (fid)

 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#haji 2026 #kartu nusuk haji 2026 #aktivasi kartu nusuk di embarkasi #simulasi #asrama haji donohudan