Jembatan Garuda yang melintasi Sungai Cemara di Desa Tempuran, Kecamatan Simo, Boyolali mulai dibangun, Rabu (15/4/2026).RADARSOLO.COM - Sinergi kuat antara TNI dan masyarakat kembali ditunjukkan dalam proyek infrastruktur strategis di wilayah pedesaan Kabupaten Boyolali.
Jembatan Garuda yang melintasi Sungai Cemara di Desa Tempuran, Kecamatan Simo, mulai dibangun pada Rabu (15/4/2026).
Proyek jembatan gantung ini merupakan upaya bersama untuk memutus isolasi geografis yang selama ini memisahkan mobilitas warga di perbatasan Kecamatan Simo dan Kecamatan Sambi.
Baca Juga: Wonogiri Borong Penghargaan di Top BUMD Awards 2026, Penyemangat Peningkatan Pelayanan ke Masyarakat
Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Konektivitas
Komandan Kodim (Dandim) 0724 Boyolali, Letkol Inf Dhanu Anggoro Asmoro, menekankan bahwa pembangunan ini merupakan langkah konkret percepatan infrastruktur guna meningkatkan kesejahteraan warga.
Jembatan Garuda diproyeksikan memiliki peran vital dalam memperlancar akses pendidikan serta mempercepat distribusi hasil pertanian yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat setempat.
"Jembatan Gantung Garuda ini nantinya akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kecamatan Simo dan Kecamatan Sambi. Semangat gotong royong seperti ini yang harus terus kita jaga," jelas Letkol Inf Dhanu Anggoro Asmoro melalui keterangan tertulisnya.
Dhanu mengapresiasi tinggi partisipasi aktif warga yang turun langsung ke lapangan bersinergi dengan personel TNI.
Kehadiran jembatan ini diharapkan tidak hanya menjadi penghubung fisik, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwilayah yang selama ini terhambat oleh aliran sungai.
Progres Tahap Pengecoran Pondasi
Di lokasi pembangunan, sebanyak enam personel Babinsa dari Koramil 12/Simo Kodim 0724/Boyolali dipimpin Sertu Heri Murjiyanto bergabung bersama warga untuk mengebut pengerjaan fisik.
Baca Juga: Hadapi Lonjakan ISPA di Musim Pancaroba, Combiphar Perkuat Garda Kesehatan Keluarga
Hingga pertengahan April ini, progres pekerjaan telah memasuki tahap krusial yakni pengecoran pondasi pangkal jembatan pada sisi kedua dengan capaian sekitar 10 persen.
“Tahap ini penting untuk menjamin kekuatan konstruksi jembatan, Kehadiran Babinsa tidak hanya membantu tenaga, tetapi juga menjaga kekompakan dan semangat warga. Sinergi TNI dan masyarakat menjadi kunci agar pembangunan berjalan aman, tertib, dan sesuai rencana,” tambah Dandim dalam keterangannya.
Pembangunan Jembatan Garuda ini menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam membangun desa. Dengan pondasi yang kokoh, diharapkan jembatan ini dapat segera rampung sehingga mobilitas warga sehari-hari menjadi lebih efisien dan aman tanpa harus memutar arah jauh untuk menyeberangi Sungai Cemara. (fid)
Editor : Tri Wahyu Cahyono