RADARSOLO.COM - Hingga kini sudah berdiri puluhan ribu Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) se Indonesia. Namun, baru segelintir saja yang sudah beroperasi.
Salah satunya KDMP Desa Metuk, Kecamatan Mojosongo, Boyolali. Siapa sangka, KDMP Metuk menjadi percontohan nasional.
Ini berkat keberhasilan mengumpulkan modal Rp 4,9 miliar, tanpa campur tangan dana desa dan pinjaman bank.
KDMP Metuk diresmikan Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Oktober 2025 silam. Koperasi dibangun di atas lahan kas desa, dengan desain bangunan dua lantai.
Selain gudang, koperasi ini juga memiliki toserba, tempat penjualan pupuk, apotek, kantor, hingga klinik kesehatan. Direktur Pengelola KDMP Metuk Sumono menjelaskan, modal Rp 4,9 miliar murni digalang dari 703 anggota.
Baca Juga: Jelang Kedatangan Jemaah, Asrama Haji Donohudan Boyolali Lakukan Fogging dan Sterilisasi
“Modal kami dari anggota. Tetapi karena modalnya dengan simpanan kecil, kami tambah simpanan wajib khusus dan modal penyertaan. Kami mengumpulkan total Rp 4,9 miliar,” jelas Sumono.
Memperkuat permodalan, Sumono mengajak warga dengan kemampuan ekonomi lebih baik. Terkumpul 56 warga yang dijuluki “56 Naga” dengan iuran terbesar.
“Mereka menyetor simpanan wajib khusus Rp 10 juta-Rp 400 juta per orang. Kami jelaskan ke mereka, bahwa bisnis ini dari kita untuk kita. Mereka tertarik,” bebernya.
Sumono menegaskan, KDMP Metuk tidak mengusik dana desa. Modal usaha bersumber dari iuran simpanan pokok dan wajib anggota. Ditambah simpanan wajib khusus dan modal penyertaan.
Sejak berdiri 14 Oktober 2025 hingga diresmikan Kemenkop pada 26 Oktober 2025, KDMP Metuk membukukan omzet Rp 125 juta dengan keuntungan sekira Rp 21 juta. Jenis usaha yang dijalankan meliputi gerai sembako, klinik desa, apotek, pertanian, hingga penjualan pupuk.
Selain itu, produk sayur diambil langsung dari petani tanpa melibatkan tengkulak. Beras juga dipasok petani Desa Metuk, sehingga harganya lebih murah.
“Kami ada produk sayur yang diambil dari orang pertama, tanpa tengkulak. Beras juga dari petani, tanpa tengkulak,” ujar Sumono.
Terkait rekrutmen karyawan untuk gerai sembako hingga klinik desa, memanfaatkan sumber daya manusia (SDM) lokal Desa Metuk. Sumono berharap KDMP Metuk menjadi percontohan bagi KDMP lainnya di tanah air. (fid/fer)
Editor : fery ardi susanto