RADARSOLO.COM – Operasional penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 di Embarkasi Solo resmi dimulai dengan kedatangan gelombang awal kelompok terbang (kloter) pertama.
Tepat pada Selasa (21/4/2026) pukul 06.00, rombongan jemaah haji asal Kabupaten Tegal memasuki Asrama Haji Donohudan (AHD) Boyolali.
Kedatangan para tamu Allah ini disambut langsung oleh jajaran Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) untuk menjalani serangkaian prosedur keberangkatan yang cepat dan terpadu.
Baca Juga: Nekat Produksi Miras, Kapolres Dan Bupati Sukoharjo Segel Pabrik Ciu Bekonang di Mojolaban
Kloter Pembuka dan Layanan Satu Pintu
Ketua PPIH Embarkasi Solo Fitriyanto mengonfirmasi bahwa kloter perdana ini membawa total 360 orang.
Sesuai dengan jadwal penerbangan, rombongan awal ini direncanakan bertolak menuju Tanah Suci pada Rabu (22/4/2026) dini hari.
Pada hari pertama operasional ini, AHD dijadwalkan menerima tiga kloter sekaligus yang semuanya berasal dari Kabupaten Tegal dengan total jemaah mencapai 1.080 orang.
“Rinciannya 356 jemaah dan 4 orang petugas kloter,” kata Fitriyanto saat memberikan keterangan di AHD, Selasa (21/4/2026).
Guna menjaga kondisi fisik jemaah, PPIH tetap mempertahankan pola one stop service (OSS).
Begitu turun dari bus, jemaah tidak melalui seremoni upacara yang panjang, melainkan langsung diarahkan untuk mendapatkan layanan kesehatan serta pemenuhan perlengkapan administratif.
Langkah ini diambil karena jemaah dinilai telah melalui perjalanan darat yang cukup melelahkan serta proses pelepasan yang panjang di daerah asal.
“Mereka perjalanan jauh dari daerah. Di rumah juga sudah banyak tamu yang mengantar. Jadi di sini kita perpendek upacara-upacaranya. Sekadar kita sapa, lalu pembagian layanan, setelah itu jemaah masuk kamar,” tambah Fitriyanto.
Ia menegaskan bahwa tujuan utama sistem ini adalah agar jemaah memiliki waktu istirahat yang maksimal sehingga pada saat penerbangan nanti, mereka benar-benar sudah siap secara fisik dan mental.
Aktivasi Kartu Nusuk di Tanah Air
Satu inovasi yang menonjol pada penyelenggaraan haji 2026 adalah pembagian dan aktivasi kartu Nusuk yang dilakukan langsung di Embarkasi Solo.
Baca Juga: Apa Saja Isi RUU PPRT? Ini Daftar 12 Poin Penting yang Segera Disahkan DPR Hari Ini
Jika pada tahun sebelumnya kartu identitas digital ini baru diberikan setibanya jemaah di Arab Saudi, tahun ini petugas syarikah dari Rakeen Masyarik hadir langsung di Boyolali untuk mempercepat proses tersebut.
“Tahun kemarin kartu nusuk kita bagikan di Arab Saudi. Tahun ini Alhamdulillah Arab Saudi datang ke sini dari syarikah Rakeen Masyarik untuk membagikan kepada jemaah saat kedatangan,” ungkap Fitriyanto.
Kartu Nusuk memegang peranan vital sebagai identitas resmi jemaah untuk mengakses layanan di Masjidil Haram serta wilayah peribadatan lainnya.
Dengan melakukan aktivasi sejak di asrama haji, jemaah dipastikan tidak akan mengalami kendala akses atau antrean aktivasi lagi saat mendarat di Tanah Suci.
“Dan nanti setelah pemeriksaan kesehatan, kartu itu akan kita aktivasi sehingga nanti jemaah ketika berangkat ke Arab Saudi, mereka sudah mempunyai kartu nusuk. Sehingga mereka tinggal beribadah di Arab Saudi,” paparnya.
Dimulainya penerimaan kloter pertama ini menandai dimulainya kesibukan Embarkasi Solo yang akan terus melayani puluhan ribu jemaah asal Jawa Tengah secara bergelombang selama beberapa pekan ke depan.
PPIH berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan prima agar seluruh jemaah dapat menjalankan rukun Islam kelima dengan nyaman dan khusyuk. (fid)
Editor : Tri Wahyu Cahyono