RADARSOLO.COM - Desa Giriroto, Kecamatan Ngemplak bersiap menjadi salah satu desa sentra budidaya melon di Kabupaten Boyolali.
Tanah kas desa seluas yang sebelumnya dimanfaatkan sebagai lahan tebu kini dialihfungsikan menjadi kawasan green house modern untuk pengembangan komoditas melon premium bagi petani setempat.
Peletakan batu pertama pembangunan green house dilakukan pada Selasa (14/4) dan dihadiri jajaran Pemkab Boyolali, tokoh masyarakat, serta kelompok tani.
Ke depan, budidaya melon ini akan didampingi secara intensif oleh Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali dan akademisi dari Universitas Boyolali (UBY) mulai dari pembibitan, perawatan, hingga pascapanen.
Baca Juga: Boyolali City Light 2026: Perputaran Ekonomi Tembus Rp1 Miliar Per Malam di Simpang Siaga
Sekretaris Desa Giriroto, Vivi, menyebut target 3-5 tahun ke depan adalah menjadikan Giriroto sebagai Desa Mandiri Pangan dan Desa Wisata.
“Target kami Giriroto sebagai Desa Mandiri Pangan dan Desa Wisata,” ujar Vivi.
Vivi menyebut potensi ekonomi yang diandalkan Giriroto untuk mewujudkan desa berdaya meliputi pertanian tanaman pangan dan hortikultura, agrowisata desa, UMKM, serta wisata air dan bumi perkemahan.
Salah satu praktik baik yang sudah berjalan adalah pembangunan sentra agribisnis melon skala green house dengan konsep pemberdayaan masyarakat.
“Desa juga menciptakan tata kelola wisata dengan konsep kawasan hijau sebagai sarana wisata alam dan edukasi, seperti embung dan bumi perkemahan, serta pembangunan kawasan perdagangan untuk UMKM,” kata Vivi.
Saat ini Giriroto juga sudah menerapkan konsep desa wisata dan desa hijau. Praktik agrowisata desa melalui BUMDes menjadi salah satu contoh yang bisa ditiru desa lain.
Camat Ngemplak, Muhsoni, mengatakan alih fungsi lahan tebu menjadi green house melon diharapkan memberi dampak ekonomi yang lebih luas bagi warga.
Pasalnya, budidaya melon di green house memiliki nilai jual lebih tinggi dan masa panen lebih cepat dibanding tebu.
“Kita berharap melalui program pembelajaran dan pemberdayaan petani ini, dapat memperkuat ketahanan pangan dan juga memperkuat bidang pertanian yang ada di wilayah kita. Manfaatnya tidak hanya untuk kelompok tani, tapi juga membuka lapangan kerja baru bagi warga sekitar,” ujar Muhsoni.
Bupati Boyolali Agus Irawan mengungkapkan, green house di Giriroto merupakan inovasi pertama yang mengkolaborasikan Dinas Pertanian Kabupaten bersama Bank Boyolali sebagai lembaga pembiayaan. Model kemitraan ini diharapkan bisa direplikasi di desa lain.
“Ini program yang baik, ini inovasi kita bersama. Tidak hanya satu tempat, tidak hanya melon saja, nanti harus bisa berkembang ke sektor yang lainnya. Pola pembiayaan, pendampingan, sampai pemasaran kita siapkan dari hulu ke hilir,” kata Bupati Agus.
Baca Juga: Temuan Lapik Candi di Desa Nepen Boyolali, Diduga Jejak Peradaban Buddha Abad 15-16 Masehi
Menurutnya, selama ini petani di Giriroto masih terpaku pada pola tanam padi dan sayur musiman.
Dengan adanya green house, petani didorong naik kelas dengan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi.
“Petani harus berani berinovasi. Budidaya melon ini pasarnya jelas, harga stabil, dan bisa panen 3-4 kali setahun,” tambahnya.
Bupati Agus menegaskan, Pemkab Boyolali tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik green house dan pendampingan teknis.
Pemkab juga telah menyiapkan skema pemasaran dan menggandeng investor untuk menyerap hasil panen petani.
“Jangan sampai petani sudah menanam, tapi bingung jual ke mana. Makanya kita pastikan off-taker-nya ada, harganya menguntungkan. Semoga apa yang kita lakukan bersama-sama ini akan membawa kesejahteraan bagi petani khususnya di Kecamatan Ngemplak untuk terus berinovasi,” ujarnya.
Bupati Agus menyebut, pembangunan green house ini menjadi salah satu strategi Pemkab Boyolali untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.
Caranya dengan meningkatkan kesejahteraan petani lewat diversifikasi komoditas dan modernisasi pertanian.
“Kalau petaninya sejahtera, produksi pangan aman, ketahanan pangan kuat. Ini yang terus kita dorong. Giriroto kita jadikan percontohan, kalau berhasil akan kita kembangkan di kecamatan lain,” pungkasnya.(fid)
Editor : Nur Pramudito