Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Tangis Haru Warnai Tradisi Antar Calon Haji di Asrama Haji Donohudan

Abdul Khofid Firmanda Putra • Senin, 27 April 2026 | 11:26 WIB
Tradisi mengantar calon haji ini menjadi momen penting bagi masyarakat di Asrama Haji Donohudan. (Radar Solo/Abdul Khofid)
Tradisi mengantar calon haji ini menjadi momen penting bagi masyarakat di Asrama Haji Donohudan. (Radar Solo/Abdul Khofid)

 

BOYOLALI, Radar Solo – Suasana bahagia bercampur haru tak terbendung saat keluarga, saudara, kerabat, hingga tetangga mengantar jemaah calon haji yang akan berangkat ke Tanah Suci tiba di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Minggu (26/4).

Tradisi mengantar calon haji ini menjadi momen penting bagi masyarakat, khususnya di wilayah Jawa Tengah bagian Pantura. 

Selain memastikan jemaah berangkat dengan selamat, para pengantar juga menitip doa agar mendapat berkah dan kelak bisa menyusul beribadah haji.

Suasana haru bercampur bahagia terlihat di sekitar pagar dan pintu gerbang masuk Asrama Haji Donohudan. Keluarga dan kerabat berusaha berjumpa terakhir kali sebelum jemaah diberangkatkan ke Arab Saudi.

Kondisi itu sempat membuat sejumlah petugas keamanan kewalahan.

Baca Juga: Lirik Lagu Siti Mawarni Ya Incek Anak Labuhanbatu yang Viral, Siapa Pencipta dan Apa Maknanya?

Para pengantar berusaha merangsek masuk kompleks asrama hanya untuk bersalaman dan berpamitan.

Para pengantar hanya diperkenankan berinteraksi dengan jemaah dari balik pagar.

Salah satu pengantar calon haji asal Pekalongan, Rini, mengaku terharu bercampur bahagia saat akhirnya bisa bertemu kedua orang tuanya yang segera diberangkatkan.

“Ini momen bahagia dan melepas rindu karena akan ditinggal cukup lama oleh kedua orang tua yang berangkat haji,” ujarnya.

Menurutnya, tradisi ini sudah mengakar di daerahnya saat musim haji. Selain melepas rindu, memberi semangat, dan mendoakan kesehatan calon haji, mereka juga menitip doa agar kelak bisa menyusul melaksanakan ibadah haji.

Jemaah calon haji lain, Sasmito, juga merasakan haru saat diiring keluarga, tetangga, dan kerabat dari daerah asal menuju asrama haji. 

Baca Juga: Berlaku hingga Akhir 2026: Bayar Pajak Kendaraan di Jateng Tak Perlu KTP Pemilik Asal

“Ini wujud eratnya tali silaturahmi, perhatian, dan syukur atas berangkatnya keluarga untuk ibadah haji. Tentu jadi tambah semangat dan motivasi,” katanya.

Sementara itu, Humas PPIH Embarkasi Solo, Nabiila Azka Amaalia, mengatakan tradisi mengantar haji, terutama dari Jawa Tengah bagian Pantura, memang sulit dibendung. 

“Kami hanya bisa mengimbau agar pengantar tetap menjaga barang bawaan dan menjaga diri selama di sekitar kompleks asrama haji,” kata Nabiila, Senin (27/4).

Dia juga meminta calon haji tidak terlalu sering beraktivitas berat atau ikut berdesakan menemui pengantar. 

“Hal itu untuk tetap menjaga stamina dan kesehatan, agar tetap layak terbang,” jelasnya.

Kehadiran puluhan bus pengantar calon haji turut membuat suasana sekitar asrama haji ramai. 

Kondisi ini memberi dampak positif bagi UMKM setempat, mulai dari pedagang hingga penyedia jasa ojek. Namun, keramaian juga sedikit menghambat mobilitas petugas dalam melaksanakan tugas.

Baca Juga: Nasib Marquez Bersaudara Bak Langit dan Bumi di MotoGP Spanyol 2026, Alex Selebrasi, Marc Gigit Jari: Cek Posisi Bezzecchi dan Bagnaia

Tradisi mengantar haji ini biasanya dilakukan masyarakat dari daerah Pantura seperti Pekalongan Raya, diantaranya Pekalongan, Pemalang, Batang. serta Muria Raya seperti Pati, Jepara, Blora, hingga Rembang.

Para pengantar umumnya berswadaya dengan dana masing-masing agar bisa sampai ke Asrama Haji Donohudan. 

Ada pula jemaah yang menyediakan kendaraan seperti bus dan travel untuk mengangkut saudara yang ikut mengantar.

Nabiila menambahkan, sesuai aturan, pengantar tidak diperkenankan masuk ke dalam kompleks asrama agar jemaah dapat beristirahat lebih lama sebelum diberangkatkan. Pertemuan hanya diperbolehkan dari balik pagar Asrama Haji Donohudan.(fid)

Editor : Nur Pramudito
#haji 2026 #tradisi #asrama haji donohudan