RADARSOLO.COM – Hujan lebat disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Boyolali, Kamis (30/4/2026) sore.
Fenomena puting beliung tersebut menerjang dua kecamatan sekaligus, yakni Mojosongo dan Boyolali Kota.
Dampaknya, puluhan rumah warga mengalami kerusakan mulai dari skala ringan hingga berat.
Selain merusak hunian, amukan angin kencang juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang yang sempat melumpuhkan akses jalan serta mengganggu jaringan listrik di beberapa titik pemukiman padat penduduk.
Dampak Kerusakan di Mojosongo dan Pulisen
Berdasarkan data kaji cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, dampak terparah dirasakan oleh warga di Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo.
Anggota TRC BPBD Boyolali Gembong Suroto menjelaskan, laporan bencana mulai masuk sekitar pukul 15.00.
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, pemerintah desa, dan relawan langsung diterjunkan ke lokasi untuk mengevakuasi pohon tumbang di Jalan Nangka Gumulan serta menangani material atap galvalum yang terbang hingga tersangkut di kabel listrik.
“Berdasarkan laporan masuk pada pukul 15.00 dari warga dan relawan perihal dampak kejadian angin puting beliung di beberapa lokasi,” kata Gembong Suroto, Jumat (1/5/2026).
Baca Juga: Nonton Perfect Crown Ep 7 Sub Indo: Spoiler Lengkap dan Link Streaming Resmi
Ia menambahkan bahwa petugas fokus pada pemulihan akses publik yang terganggu.
“Kami melaksanakan penanganan pohon tumbang menutup akses jalan dan atap galvalum yang tersangkut jaringan listrik, serta melaksanakan kaji cepat ke lokasi kejadian,” ujarnya.
Secara rinci, di Dukuh Gumulan RT 01/RW 07 Kemiri terdapat 11 rumah terdampak, termasuk rumah Eko Purnomo yang kehilangan seluruh atap galvalumnya.
Sementara di RT 02/RW 07 Kemiri, sebanyak 14 rumah mengalami kerusakan pada bagian atap utama, teras, hingga kandang ternak.
Baca Juga: Tanpa Penonton! Duel Malut United vs Persis Solo Digelar di Jatidiri, Ini Alasannya
Kerusakan juga dilaporkan terjadi di Dukuh Sidomulyo, Kelurahan Pulisen, di mana 9 rumah, satu mushola, dan dua toko mengalami kerusakan pada bagian parkir dan atap.
Nihil Korban Jiwa dan Status Pengungsi
Meskipun kerusakan materiil cukup masif, BPBD memastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Sebagian besar warga memilih tetap bertahan di rumah masing-masing setelah melakukan perbaikan darurat pada bagian atap yang bocor.
Namun, terdapat satu keluarga yang terpaksa mengungsi sementara waktu karena kondisi hunian mereka tidak memungkinkan untuk ditinggali akibat kerusakan struktur atap yang menyeluruh.
“Korban luka dan jiwa nihil. Pengungsi Bapak Eko Purnomo 1 KK, 4 jiwa di Dukuh Gumulan RT 01/RW 07, Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo mengungsi di rumah orang tua, yang rumahnya berdekatan dan masih layak dihuni,” jelas Gembong.
Baca Juga: Khutbah Jumat 1 Mei 2026: Pentingnya Rezeki Halal dan Bahaya Istidraj yang Sering Tak Disadari
Pihak BPBD menekankan perlunya sinergi dari Pemerintah Kabupaten Boyolali untuk segera menyalurkan bantuan logistik maupun material bangunan guna meringankan beban para korban terdampak sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Pemicu Cuaca Ekstrem
Bencana ini dipicu oleh akumulasi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang disertai angin kencang dalam durasi singkat.
Kondisi lingkungan seperti batang pohon yang sudah miring dan perakaran yang lapuk di beberapa lokasi juga memperparah dampak kerusakan saat angin puting beliung menerjang.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan melakukan perempelan dahan pohon di sekitar rumah sebagai langkah mitigasi menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi di wilayah Boyolali. (fid)
Editor : Tri Wahyu Cahyono