RADARSOLO.COM - Akses vital Jembatan Jalan Tape di Mojosongo, Boyolali ditutup total bagi seluruh jenis kendaraan sejak Jumat (1/5/2026) malam.
Itu menyusul jembatan mengalami kerusakan lanjutan yang sangat fatal, di mana lantai jembatan sisi timur patah dan sebagian materialnya ambrol ke dasar sungai.
Penutupan ini menjadi upaya darurat pemerintah daerah untuk mencegah terjadinya kecelakaan, mengingat struktur bangunan yang sudah tidak lagi stabil dan sangat berisiko runtuh sepenuhnya jika terus menerima beban kendaraan.
Baca Juga: Waspada Akal Imitasi, Bawaslu dan Polres Wonogiri Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas
Kronologi Kerusakan dan Pelanggaran Rambu
Kerusakan jembatan ini sebenarnya telah terdeteksi sejak awal Maret 2026 yang dipicu oleh longsornya bagian abutment atau oprit, sehingga menyebabkan penurunan struktur secara bertahap.
Namun, kondisi tersebut memburuk secara drastis pada Jumat malam setelah adanya laporan mengenai kendaraan roda empat yang nekat melintas meskipun rambu peringatan pengalihan arus sudah terpasang di sisi utara dan selatan.
Akibatnya, tekanan beban dari kendaraan tersebut membuat lantai jembatan sisi timur patah seketika, memperparah kerusakan yang sebelumnya sudah terjadi.
Kabid Pengendalian dan Keselamatan (Pengkes) Dishub Boyolali Danang Hendra Nugroho menegaskan, keselamatan warga menjadi prioritas utama di atas segalanya.
"Saat ini jembatan Jalan Tape ditutup total untuk semua kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, demi keselamatan bersama," ujar Danang, Minggu (3/5/2026).
Ia sangat menyayangkan adanya oknum pengguna jalan yang tidak mengindahkan rambu peringatan sehingga memicu kerusakan lanjutan yang lebih membahayakan.
Pengalihan Arus dan Jalur Alternatif
Baca Juga: Mobil Bekas Rp150 Jutaan untuk Anak Muda 2026: dari Brio hingga Jazz, Pilih Irit atau Gaya?
Menyusul penutupan total ini, Dishub Boyolali telah melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan arus kendaraan ke jalur-jalur kabupaten maupun provinsi yang berada di sekitar lokasi.
Warga sekitar yang ingin melintasi area tersebut disarankan untuk memanfaatkan jalur desa yang terhubung dengan jembatan lain, baik di sisi hulu maupun hilir sungai.
Dishub Boyolali juga telah menempatkan petugas dan tambahan rambu penunjuk arah agar masyarakat tidak terjebak di jalur buntu menuju jembatan yang rusak tersebut.
"Sementara dialihkan melalui jalan kabupaten/provinsi terdekat atau menggunakan jalur desa di sekitar yang terhubung dengan jembatan lain di sisi hulu atau hilir," jelas Danang.
Pihak berwenang meminta masyarakat untuk bersabar dan memperhitungkan waktu perjalanan mereka karena jarak tempuh melalui jalur alternatif dipastikan akan menjadi lebih lama dari biasanya selama masa penutupan jembatan ini berlangsung.
Imbauan Tegas Keselamatan
Pemkab Boyolali mengimbau dengan keras agar masyarakat tidak mencoba-coba melintas atau bahkan sekadar mendekati area jembatan untuk tujuan dokumentasi atau menonton, karena pergerakan tanah di sekitar oprit jembatan masih sangat labil.
Seluruh pengguna jalan diminta disiplin mematuhi arahan petugas di lapangan demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Penutupan akses ini akan tetap diberlakukan hingga ada kajian teknis lebih lanjut mengenai perbaikan atau pembangunan ulang jembatan yang menjadi tumpuan mobilitas warga Boyolali tersebut. (fid)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com