RADARSOLO.COM – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Boyolali memastikan stok hewan kurban untuk Iduladha 1447 H/2026 M mencukupi.
Plt Kepala Disnakkan Boyolali Ahmad Gojali mengatakan, proyeksi kebutuhan hewan kurban tahun ini tidak jauh dari realisasi 2025.
Data 2025, pemotongan kurban di Boyolali tercatat sebagai berikut:
- Sapi 6.647 ekor
- Kambing 16.384 ekor
- Domba 850 ekor
Sementara populasi 2025 untuk sapi potong jantan dewasa sebanyak 14.904 ekor, kambing 12.540 ekor, dan domba 8.586 ekor.
Baca Juga: Satu Toko Monopoli Material Proyek BKK di Jenar Sragen, DPRD Turun Tangan Minta Klarifikasi
Khusus RPH, Gojali menyebut ada lonjakan signifikan. Tahun 2026 pemotongan hewan kurban di RPH Ampel diproyeksi mengalami peningkatan baik sapi, kambing/domba sekitar 300 persen atau 3 kali lipat.
Untuk memastikan hewan kurban bebas PMK, LSD, dan antraks, Disnakkan menyiapkan sejumlah langkah.
“Pertama, dilakukan pemeriksaan kesehatan hewan di tempat pengepul hewan kurban yang ada menjelang Hari Raya Idulkurban, di seluruh wilayah Kabupaten Boyolali. Yang melibatkan petugas Bidang Keswan Disnakkan dan 5 UPT Puskeswan di wilayahnya masing-masing,” terang Gojali.
Kedua, pemeriksaan antemortem menjelang penyembelihan oleh petugas kesehatan hewan yang telah diberi SK Plt Kadisnakkan, dibantu PDHI Jateng IV Korwil Boyolali.
Ketiga, kerja sama dengan Laboratorium Keswan Balai Veteriner Provinsi Jateng untuk pengambilan sampel acak di pengepul.
“Rencana kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 7 Mei 2026, di 3 pengepul hewan kurban. dan akan diambil sampel feses untuk pemeriksaan cacing hati Fasciola hepatica, serta pemeriksaan klinis PMK dan uji lab parasit darah,” lanjutnya.
Gojali menambahkan, vaksinasi PMK di Boyolali sampai 30 April 2026 sudah 9.727 dosis dan masih berjalan hingga target 16 ribu dosis.
“Untuk vaksinasi LSD dilakukan pada daerah-daerah berpotensi penularan karena bersifat sporadis, dan vaksinasi antraks juga telah rutin dilakukan di daerah endemis antraks yaitu Kecamatan Klego, Ampel, Nogosari dan KSimo dengan total vaksin sebanyak 2.000 dosis.”
Terkait pos pemeriksaan, Disnakkan rutin memeriksa di 4 pasar hewan, yakni Pasar Hewan Jelok, Purworejo Nogosari, Ampel, dan Karanggede.
Pemeriksaan juga dilakukan di pos penampungan. Jumlahnya akan dilaporkan setelah kegiatan selesai.
Gojali memastikan skrining lapangan melibatkan dokter hewan dan paramedik.
Untuk pedagang, penerbitan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) sebagai syarat surat jalan atau Sertifikat Veteriner dilakukan via aplikasi lalin.isikhnas.
“Yang merupakan aplikasi online dan berlaku nasional yang sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Permentan No. 17 Tahun 2023,” jelas Gojali.
Soal hewan dari luar daerah, checking di perbatasan antar provinsi menjadi kewenangan Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jateng melalui PLLT. (fid)
Editor : Tri Wahyu Cahyono