Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Rumah di Cepogo Boyolali Hangus Terbakar Gara-gara Pemilik Tinggal Api Bakaran Kayu ke Ladang

Abdul Khofid Firmanda Putra • Selasa, 5 Mei 2026 | 12:18 WIB
Damkar Boyolali lakukan pendinginan pasca kebakaran yang melanda rumah milik Hadi Mulyono (61) di Dukuh Kedung Banteng, Desa Cabean Kunti, Kecamatan Cepogo, Boyolali, Selasa (5/5/2026) pagi. (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)
Damkar Boyolali lakukan pendinginan pasca kebakaran yang melanda rumah milik Hadi Mulyono (61) di Dukuh Kedung Banteng, Desa Cabean Kunti, Kecamatan Cepogo, Boyolali, Selasa (5/5/2026) pagi. (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Musibah kebakaran menghanguskan sebagian bangunan rumah milik Hadi Mulyono (61) di Dukuh Kedung Banteng, Desa Cabean Kunti, Kecamatan Cepogo, Boyolali, Selasa (5/5/2026) pagi.

Api melalap habis area dapur serta sebagian ruang tengah saat hunian tersebut dalam kondisi kosong ditinggal pemiliknya beraktivitas di ladang.

Baca Juga: Comeback Brutal! NAM ABP Women Bangkit Tiga Kali untuk Bungkam Dragon Kuning 5-3

Kelalaian kecil saat membakar sampah kayu di area belakang rumah menjadi pemicu kobaran api yang dengan cepat merembet ke material mudah terbakar lainnya, hingga menyebabkan kerusakan struktur bangunan yang cukup serius.

Kronologi Asap yang Membumbung

Peristiwa bermula sekitar pukul 10.00. Saksi mata yang juga tetangga korban, Maryadi, awalnya tidak menyangka bahwa suara berisik yang didengarnya berasal dari kobaran api yang melalap rumah.

Saat itu, Maryadi tengah bekerja mengangkut batako di sisi barat lokasi kejadian.

Ia sempat mengira suara gemeretak tersebut hanyalah aktivitas warga membakar bambu biasa, namun kecurigaannya muncul saat melihat kepulan asap tebal mulai membumbung tinggi dari arah rumah korban.

“Cuman dengar suaranya doang, tak kirain ada membakar apa itu bambu gitu. Ternyata api itu sudah gede banget,” ujar Maryadi.

Menyadari ada yang tidak beres, ia segera berlari untuk memastikan kondisi rumah dan mendapati api sudah membesar tanpa ada penghuni di dalamnya. “Belum kelihatan apinya. Baru asapnya doang. Terus saya lari ke sini, nggak ada orang toh, yang punya rumah juga nggak ada. Terus nyari bantuan,” imbuhnya mengenai kepanikan saat mencari pertolongan warga.

Pemicu Api dari Bakaran Kayu

Kasi Damkar Satpol PP Kabupaten Boyolali Jati Patitis mengungkapkan, kebakaran dipicu oleh aktivitas pembersihan sampah kayu yang dilakukan oleh pemilik rumah sebelum berangkat ke ladang.

Baca Juga: Desil 1-2 Jadi Prioritas Penjaringan Murid Baru Sekolah Rakyat Di Sukoharjo

Api yang digunakan untuk membakar kayu tersebut tanpa sengaja mengenai potongan karet dari kabel bekas yang berada di area dapur. Material karet yang terbakar inilah yang kemudian memicu rambatan api ke struktur atap dan bagian belakang rumah seluas 4x4 meter.

“Terus kebetulan kayunya itu mengenai potongan karet dari kabel sehingga akhirnya merembet, menyebar ke dapur,” terang Jati Patitis.

Ia menjelaskan bahwa kebiasaan meninggalkan api yang masih menyala menjadi faktor utama musibah ini terjadi.

“Tadinya setelah dibakar mungkin disambi ke ladang ya, karena biasanya tidak terjadi apa-apa, ya namanya musibah, kebetulan pas ditinggal ke tegal akhirnya kosong,” jelasnya. Akibat kejadian ini, peralatan rumah tangga dan perlengkapan dagang milik korban juga ikut hangus tak bersisa.

Baca Juga: Apa Perbedaan BLT Kesra dan BLT Dana Desa 2026? Ini Sumber, Penerima, dan Besaran Bantuannya

Penanganan Cepat Petugas Damkar

Pihak Damkar Boyolali menerima laporan sekitar 30 menit setelah api mulai berkobar. 

Setibanya di lokasi, petugas mendapati bagian dapur sudah luluh lantak, sehingga fokus utama adalah melakukan lokalisir agar api tidak merembet ke bangunan utama atau rumah tetangga.

Proses pemadaman dan pendinginan memakan waktu sekitar 15 menit. Beruntung, meski kerugian materiil masih dalam penghitungan, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini karena seluruh penghuni rumah sedang berada di luar saat kejadian.

Pemilik rumah, Hadi Mulyono, hanya bisa pasrah melihat kondisi dapurnya yang hangus. Ia mengakui sempat menyalakan api untuk membersihkan sisa kayu sebelum memutuskan pergi ke ladang.

Ia tidak menduga bahwa keberadaan karet bekas kabel di dekat titik api akan menjadi penghantar yang membuat api cepat membesar dan membakar bagian belakang rumahnya. (fid)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#kebakaran rumah warga cepogo boyolali #bakar kayu #Damkar Boyolali #dapur