RADARSOLO.COM - Pemkab Boyolali melepas lima Petugas Haji Daerah (PHD) yang akan mengawal keberangkatan jemaah asal Boyolali menuju Tanah Suci pada musim haji 1447 H/2026 M.
Prosesi pelepasan dipimpin Wakil Bupati Boyolali Dwi Fajar Nirwana, di Ruang Merbabu Kantor Bupati, Selasa (5/5/2026).
Selain memberikan pembekalan teknis, Wabup menekankan pentingnya peran petugas sebagai duta daerah yang wajib menjaga marwah Kabupaten Boyolali selama menjalankan tugas pelayanan di Arab Saudi.
Pesan Fisik dan Kelurusan Niat
Dalam arahannya, Wakil Bupati Dwi Fajar Nirwana mengingatkan bahwa ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang sangat menguras ketahanan fisik, mental, maupun materi.
Ia meminta para petugas dan jemaah untuk mulai mendisiplinkan pola hidup sehat sebelum jadwal keberangkatan tiba.
Mengingat cuaca dan aktivitas di Tanah Suci yang sangat padat, persiapan fisik menjadi kunci utama agar seluruh rukun haji dapat dilaksanakan secara sempurna tanpa kendala kesehatan yang berarti.
“Bapak Ibu yang saya hormati, nderek binger, nderek mangayubagyo atas keberangkatan bapak-ibu semuanya, jemaah calon haji Kabupaten Boyolali tahun 2024,” ujar Dwi Fajar Nirwana.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya menjaga sikap sebagai representasi bangsa.
“Selain melaksanakan Rukun Islam yang kelima, Bapak-Ibu secara tidak langsung juga membawa nama baik bangsa Indonesia, membawa nama baik Kabupaten Boyolali. Jadi saya berharap Bapak-Ibu di sana mohon taati peraturan, prosedur-prosedur yang ada,” tegasnya.
Perubahan Struktur dan Fokus Pelayanan
Baca Juga: Daftar Bansos Cair Bulan Mei 2026 Lengkap, Ini Cara Cek di Situs cekbansos.kemensos.go.id
Kepala Kantor Kemenhaj Boyolali Sauman menjelaskan, terdapat perubahan struktur petugas haji tahun ini seiring dengan kebijakan dari Kementerian Haji dan Umroh.
Saat ini, Petugas Haji Daerah (PHD) difokuskan pada dua fungsi utama, yakni Petugas Layanan Umum dan Petugas Layanan Kesehatan, sementara bimbingan ibadah menjadi kewenangan penuh kementerian.
Kelima PHD Boyolali yang terpilih akan disebar ke dalam tiga kelompok terbang (kloter), yakni kloter 55, 56, dan 57, dengan prioritas pelayanan pada jemaah lansia dan penyandang disabilitas.
“Petugas Haji Daerah kini hanya terdiri dari Petugas Layanan Umum dan Petugas Layanan Kesehatan,” jelas Sauman.
Ia juga memaparkan perbedaan mendasar mengenai status penugasan, di mana PHD ditunjuk langsung oleh kepala daerah untuk membantu kelancaran jemaah asal wilayah tersebut.
Adapun kelima PHD yang dilepas hari ini adalah:
- Joko Mursito dan Samsudin di bidang Layanan Umum
- dr. Nur Indah Ekowati, Rahutami, dan Suparmi di bidang Layanan Kesehatan.
Jadwal Keberangkatan dan Tri Sukses Haji
Pemerintah Kabupaten Boyolali telah menjadwalkan keberangkatan jemaah yang akan dipusatkan pada Sabtu (9/5), Minggu (10/5), dan Rabu (20/5/2026) mendatang.
Seluruh jemaah diminta berkumpul di titik pemberangkatan depan Masjid Agung, Kompleks Perkantoran Terpadu Kabupaten Boyolali sesuai jadwal masing-masing kloter.
Sauman berpesan agar para petugas memegang teguh prinsip "Tri Sukses Haji" sebagai pedoman selama berada di Arab Saudi.
Baca Juga: Rumah di Cepogo Boyolali Hangus Terbakar Gara-gara Pemilik Tinggal Api Bakaran Kayu ke Ladang
“Luruskan niat untuk melaksanakan tugas dan ibadah dengan kata kunci Tri Sukses Haji: sukses ritual, sukses ekosistem ekonomi, dan sukses peradaban dan keadaban jemaah haji,” tutur Sauman menyampaikan pesan kementerian.
Melalui sinergi antara petugas layanan umum dan kesehatan, Pemkab Boyolali optimis para tamu Allah dari wilayahnya dapat beribadah dengan khusyuk dan pulang membawa predikat haji mabrur. (fid)
Editor : Tri Wahyu Cahyono