RADARSOLO.COM – Operasional pemberangkatan jemaah haji di Embarkasi Solo memasuki fase gelombang kedua dengan prosedur yang lebih intensif bagi para jemaah.
Berbeda dengan gelombang pertama yang mendarat di Madinah, jemaah haji gelombang kedua diterbangkan langsung menuju Jeddah untuk segera melaksanakan rangkaian ibadah di Makkah.
Hal ini menuntut kesiapan teknis yang lebih dini, di mana para tamu Allah diinstruksikan untuk mengenakan kain ihram sejak masih berada di Asrama Haji Donohudan (AHD) Boyolali guna mengantisipasi keterbatasan waktu setibanya di Arab Saudi.
Efisiensi Waktu dan Prosedur Keberangkatan
Kebijakan mengenakan ihram sejak dari tanah air merupakan langkah strategis untuk mempermudah pergerakan jemaah sesampainya di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah.
Dengan mengenakan ihram lebih awal, jemaah tidak perlu lagi melakukan proses ganti pakaian di bandara yang padat, sehingga dapat langsung menuju Makkah untuk melaksanakan umrah wajib.
Implementasi prosedur ini telah dimulai sejak Kloter 44 yang berangkat pada Rabu malam dan terus berlanjut pada kloter-kloter berikutnya.
Humas PPIH Embarkasi Solo Nabiila Azka Amaalia menjelaskan, keberangkatan gelombang kedua ini berjalan sesuai jadwal.
“Baik, Alhamdulillah Embarkasi Solo sekarang sudah memasuki keberangkatan di gelombang dua. Di pagi hari ini Insya Allah kami akan memberangkatkan kloter 46 SOC,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).
Nabiila menekankan bahwa anjuran pemakaian ihram di asrama dilakukan demi kelancaran ibadah.
“Jadi, dari sejak Embarkasi mereka sudah dianjurkan menggunakan kain ihram dan untuk mempersingkat waktu dilanjutkan melaksanakan umrah wajibnya,” imbuh Nabiila.
Ketentuan Niat dan Pengambilan Mikat
Terkait teknis pelaksanaan niat ihram, para jemaah akan mendapatkan panduan ketat dari petugas yang mendampingi di dalam pesawat.
Ada dua skema pengambilan mikat yang disiapkan bagi jemaah gelombang kedua ini, yakni saat pesawat melintasi zona perbatasan udara Arab Saudi atau dilakukan setibanya di bandara Jeddah.
Hal ini disesuaikan dengan kondisi di lapangan agar tidak ada rukun ibadah yang terlewatkan oleh jemaah.
Baca Juga: Melalui Gerakan Run for Rivers, Gubernur Ahmad Luthfi Bersih-Bersih Sampah Bersama Masyarakat
Nabiila menyebut bahwa informasi krusial mengenai waktu berniat akan disampaikan secara real-time di udara.
“Kalau pun tidak di atas pesawat, nanti jemaah haji akan berniat ihram mengambil mikat ketika di Bandara King Abdul Aziz,” tambahnya.
Dengan demikian, jemaah tetap dapat menjalankan syariat sesuai ketentuan meskipun prosedur persiapannya sudah dicicil sejak dari asrama haji.
Antisipasi Suhu Dingin di Pesawat
Meski sudah mengenakan kain ihram sejak di Embarkasi, jemaah diingatkan untuk tetap memperhatikan kesehatan fisik selama penerbangan yang memakan waktu belasan jam.
Mengingat pakaian ihram bagi pria cukup terbuka, PPIH menyarankan agar jemaah tetap mengenakan pakaian pelapis tambahan demi kenyamanan di dalam kabin pesawat yang cenderung dingin.
Baca Juga: Detik-detik Bus ALS vs Truk Tangki di Muratara Terbakar, 16 Orang Tewas, Polisi Ungkap Penyebabnya
Pakaian tambahan tersebut nantinya harus dilepas saat jemaah resmi memasuki status ihram.
“Dan nanti ketika sudah di area pengambilan mikat, di atas pesawat maupun di Bandara King Abdul Aziz, jemaah akan diinformasikan oleh petugas yang mendampingi, untuk melepas jaket dan pakaian lainnya untuk pakaian ihram,” pungkas Nabiila. (fid)
Editor : Tri Wahyu Cahyono