RADARSOLO.COM – Dinamika kesehatan jemaah dalam perjalanan menuju Tanah Suci kembali menjadi perhatian serius bagi penyelenggara haji.
Sebanyak delapan jemaah calon haji dari Embarkasi Solo terpaksa diturunkan dari pesawat saat melakukan technical landing untuk pengisian bahan bakar di Bandara Kualanamu, Medan.
Penurunan kondisi kesehatan yang mendadak membuat tim medis di pesawat merekomendasikan jemaah tersebut untuk mendapatkan perawatan darurat di fasilitas kesehatan terdekat sebelum melanjutkan perjalanan panjang ke Arab Saudi.
Dampak Penerbangan terhadap Kondisi Jemaah
Gangguan kesehatan yang dialami para jemaah ini diduga kuat dipicu oleh faktor kelelahan selama berada di dalam pesawat.
Wakil Kepala Bidang Pembekalan PPIH Embarkasi Solo David Fajar Saputra mengungkapkan, sebagian jemaah mulai merasakan keluhan fisik sesaat setelah pesawat menyentuh landasan di Medan.
Kasus gangguan pernapasan menjadi keluhan yang paling banyak dilaporkan oleh petugas di lapangan terhadap jemaah yang didominasi berasal dari tiga kloter berbeda tersebut.
“Penurunan kesehatannya ini kebanyakan memang karena penerbangan. Ada beberapa jemaah yang sesak napas setelah pesawat mendarat di Bandara Kualanamu,” jelas David Fajar Saputra.
Berdasarkan data PPIH, kedelapan jemaah tersebut terdiri dari empat jemaah asal kloter 3, dua jemaah dari kloter 27, serta dua jemaah lainnya yang tergabung dalam kloter 37.
Status Perawatan dan Kepulangan ke Solo
Hingga saat ini, sebagian jemaah yang sempat tertahan di Medan sudah dipulangkan kembali ke Embarkasi Solo untuk pemulihan lebih lanjut dan penyelesaian administrasi keimigrasian.
Baca Juga: Cek Sekarang! 475.821 KPM Baru Resmi Dapat PKH-BPNT Mei 2026, Nama Anda Masuk Penerima?
Empat jemaah dari kloter 3 dan dua jemaah asal Kota Semarang dari kloter 27 telah berada kembali di asrama haji.
Namun, dua jemaah asal Kabupaten Jepara dari kloter 37 masih harus menjalani observasi mendalam di Medan karena kondisi yang belum memungkinkan untuk diterbangkan dalam waktu dekat.
“Dua jemaah yang masih dirawat di rumah sakit di sekitar Embarkasi Medan saat ini dalam penanganan tim medis,” lanjut David.
Pihak penyelenggara terus memantau perkembangan kesehatan kedua jemaah tersebut melalui koordinasi intensif dengan tim medis di Medan.
Keputusan untuk memberangkatkan kembali jemaah sepenuhnya bergantung pada rekomendasi dokter yang menyatakan jemaah telah memenuhi kriteria laik terbang (fit to fly).
Upaya Pemberangkatan Ulang
Bagi jemaah yang kondisinya sudah membaik dan telah kembali ke Solo, PPIH berupaya mencari solusi agar mereka tetap bisa menunaikan ibadah haji tahun ini.
Skema penggabungan ke kloter berikutnya menjadi opsi utama dengan mempertimbangkan ketersediaan kursi kosong pada penerbangan yang tersisa.
Baca Juga: Melalui Gerakan Run for Rivers, Gubernur Ahmad Luthfi Bersih-Bersih Sampah Bersama Masyarakat
Beberapa jemaah bahkan dilaporkan sudah berhasil diterbangkan kembali menuju Arab Saudi setelah mendapatkan lampu hijau dari tim medis pemerintah.
“Beberapa jemaah telah diterbangkan lagi ke tanah suci. Sementara beberapa jemaah calon haji lainnya masih menunggu seat penerbangan berikutnya,” tuturnya.
PPIH mengimbau kepada seluruh jemaah yang masih dalam masa tunggu pemberangkatan untuk benar-benar menjaga kebugaran fisik selama di asrama, guna meminimalkan risiko penurunan kesehatan serupa saat sudah berada di dalam pesawat menuju Jeddah atau Madinah. (fid)
Editor : Tri Wahyu Cahyono