Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Jelang Iduladha 2026: Disnakkan Boyolali Perketat Pemeriksaan Hewan Kurban di Seluruh Pengepul

Abdul Khofid Firmanda Putra • Kamis, 7 Mei 2026 | 13:41 WIB
Vaksinasi dan pengawasan intensif hewan ternak dilakukan untuk membentengi wilayah Boyolali dari ancaman penyakit menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku , Lumpy Skin Disease, hingga Anthrax. (ISTIMEWA)
Vaksinasi dan pengawasan intensif hewan ternak dilakukan untuk membentengi wilayah Boyolali dari ancaman penyakit menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku, Lumpy Skin Disease, hingga Anthrax. (ISTIMEWA)

RADARSOLO.COM – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Boyolali mengambil langkah preventif yang ketat guna menjamin keamanan dan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 2026.

Fokus pengawasan intensif dilakukan untuk membentengi wilayah Boyolali dari ancaman penyakit menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), hingga Anthrax.

Baca Juga: Bentuk Generasi Tangguh, BPBD Boyolali Bekali Siswa Saka Wira Kartika Ilmu Mitigasi Bencana

Melalui strategi komprehensif yang melibatkan petugas medis veteriner dari lima UPT Puskeswan dan kolaborasi lintas instansi, Disnakkan berupaya memastikan seluruh hewan yang akan dikurbankan dalam kondisi layak konsumsi dan bebas penyakit.

Strategi Pengawasan dan Pemeriksaan Antemortem

Plt Kepala Disnakkan Boyolali Ahmad Gojali mengungkapkan, pihaknya telah menetapkan empat pilar utama dalam pengawasan tahun ini.

Langkah tersebut dimulai dengan penyisiran kesehatan di tingkat pengepul oleh Bidang Keswan, serta pelaksanaan pemeriksaan antemortem yang krusial sebelum penyembelihan dilakukan.

Pemeriksaan ini bertujuan memvalidasi kondisi fisik hewan secara menyeluruh guna mendeteksi gejala klinis penyakit sebelum memasuki area pemotongan.

“Dilakukan pemeriksaan antemortem yaitu pemeriksaan hewan kurban pada saat menjelang disembelih oleh petugas Kesehatan Hewan, yang telah diberi SK oleh Plt. Kadisnakkan dalam melaksanakan tugasnya, dibantu oleh PDHI Jateng IV Korwil Boyolali,” kata Ahmad Gojali.

Selain itu, Disnakkan bersama Laboratorium Keswan Balai Veteriner Provinsi Jateng juga telah melakukan pengambilan sampel acak di beberapa pengepul besar pada Kamis (7/5/2026) untuk pengujian laboratorium terhadap cacing hati (Fasciola hepatica) serta parasit darah.

Baca Juga: Gerakan Rabu Pon, Perempuan Jatiyoso Karanganyar Didorong Jaga Ekosistem Alam

Percepatan Vaksinasi PMK, LSD, dan Anthrax

Selain pemeriksaan fisik, intervensi medis melalui vaksinasi terus dikebut untuk mencapai kekebalan komunal pada ternak.

Hingga akhir April 2026, realisasi vaksinasi PMK telah mencapai lebih dari separuh target yang ditetapkan.

Pihak dinas optimistis target pemberian dosis ini akan tuntas tepat waktu sebelum puncak permintaan hewan kurban terjadi di pasar-pasar ternak.

“Untuk wilayah Kabupaten Boyolali sampai saat ini telah divaksin PMK sampai dengan tanggal 30 April 2026 sebanyak 9.727 dosis dan saat ini masih berjalan sampai target tercapai sekitar 16 ribu dosis,” ujarnya.

Baca Juga: Sembunyi di Rumah Juru Kunci Wonogiri, Kiai Cabul Pati Berhasil Ditangkap, Begini Kronologi Pelariannya

Sementara itu, untuk penyakit LSD, petugas fokus pada area yang menunjukkan potensi penularan karena sifatnya yang sporadis. Penanganan khusus juga diterapkan pada penyakit Anthrax dengan memperketat pengawasan di wilayah-wilayah tertentu yang memiliki catatan riwayat kasus.

Perlindungan di Wilayah Endemis

Wilayah endemis Anthrax di Boyolali mendapatkan perhatian ekstra melalui pemberian dosis vaksin rutin. Setidaknya terdapat empat kecamatan yang menjadi prioritas utama dalam upaya mitigasi ini, yakni Klego, Ampel, Nogosari, dan Simo.

Pihak Disnakkan memastikan ketersediaan vaksin mencukupi untuk melindungi populasi ternak di zona merah tersebut.

Baca Juga: Siswa SMKN 1 Jatiroto Wonogiri Diduga Keracunan, Keluhkan Sakit Perut-Diare: Penyebab Masih Misterius

“Untuk vaksinasi LSD dilakukan pada daerah-daerah berpotensi penularan karena bersifat sporadis dan vaksinasi Anthrax juga telah rutin dilakukan di daerah endemis anthrax yaitu Kecamatan Klego, Kecamatan Ampel, Kecamatan Nogosari dan Kecamatan Simo dengan total vaksin sebanyak 2.000 dosis,” tuturnya.

Masyarakat diimbau untuk menjadi konsumen yang cerdas dengan selalu memeriksa Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) sebelum melakukan transaksi pembelian hewan kurban, guna memastikan ternak telah melalui sertifikasi medis dari petugas resmi. (fid)

 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#iduladha #pengawasan hewan kurban di boyolali #hewan kurban #pengepul #disnakkan boyolali