RADARSOLO.COM – Di balik pesona matahari terbenam dan panorama pulau-pulau kecil dengan latar Gunung Merapi-Merbabu, Waduk Cengklik menyimpan lapisan misteri yang telah melegenda.
Bendungan peninggalan masa kolonial tahun 1926 ini tidak hanya berfungsi sebagai tumpuan irigasi ribuan hektare sawah di Kecamatan Ngemplak dan Sambi, Boyolali.
Tetapi juga diyakini oleh sebagian masyarakat sebagai pusat aktivitas supranatural yang memiliki tatanan kehidupan layaknya kota modern di alam sebelah.
Fenomena Kota Gaib dan Jalur Merbabu
Kepercayaan mengenai adanya "kerajaan gaib" di Waduk Cengklik sangat mengakar kuat di benak warga sekitar.
Kawasan ini diyakini dihuni oleh makhluk-makhluk tak kasat mata dengan berbagai rupa.
Mulai dari barisan pasukan berkuda, sosok peri yang menawan, hingga penampakan ular raksasa.
Wiji, warga Dukuh Cengklik, Desa Sobokerto, memberikan kesaksian mengenai fenomena visual yang hanya bisa dilihat oleh mereka yang memiliki kemampuan khusus atau melalui proses ritual tertentu.
“Terlihat lampu-lampu kota yang terang benderang dengan penduduk gaib yang berlalu-lalang layaknya aktivitas manusia,” jelasnya.
Konon, di titik tengah waduk terdapat sebuah jalur transportasi gaib berupa jalan besar yang menghubungkan kawasan tersebut langsung ke puncak Gunung Merbabu.
Baca Juga: Residivis Pencurian Rumah di Karanganyar Dibekuk, Polisi Sita Perhiasan dan Uang Rp 24 Juta
Masyarakat setempat menduga lokasi waduk dulunya merupakan bekas permukiman padat yang luluh lantak akibat peperangan besar di masa perjuangan Pangeran Sambernyawa.
Waduk yang dibangun atas inisiasi Pura Mangkunegaran ini kini berdiri sebagai simbol perpaduan antara kemajuan teknis masa lampau dan kearifan lokal yang sarat dengan balutan mitos.
Meski zaman telah berganti menuju era modern, aroma mistis dari Waduk Cengklik tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari narasi sosial masyarakat Boyolali yang senantiasa berpesan agar setiap pengunjung tetap menjaga sopan santun saat berkunjung ke kawasan tersebut. (Fid)
Editor : Tri Wahyu Cahyono