Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Rutan Boyolali Buka Wisata Petik Melon, Libatkan Warga Binaan Budidaya Hidroponik

Abdul Khofid Firmanda Putra • Minggu, 10 Mei 2026 | 10:25 WIB
Rutan Kelas IIB Boyolali menyiapkan program wisata petik melon di area greenhouse, sebagai bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan. (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)
Rutan Kelas IIB Boyolali menyiapkan program wisata petik melon di area greenhouse, sebagai bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan. (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Rutan Kelas IIB Boyolali menyiapkan program wisata petik melon di area greenhouse.

Kegiatan ini direncanakan dibuka untuk umum mulai Senin (11/5) hingga Sabtu (16/5), pukul 09.00 sampai 16.30 WIB.

Kepala Rutan Kelas IIB Boyolali Ervans Bahrudhin Mulyanto mengatakan, program tersebut menjadi bentuk pemberdayaan, agar warga binaan tetap produktif meski sedang menjalani pidana. 

“Harapan kami warga binaan ini dapat premi dari rutan, dikasih ke istri atau anaknya. Walaupun sedang menjalani pidana tapi masih produktif, masih bisa membantu ekonomi keluarga,” jelas Ervans, Jumat (8/5).

Baca Juga: DPRD Wonogiri Gagas Anggaran untuk Perangi Pelecehan di Sekolah

Melon yang dibudidayakan berjenis Sweet Lavender dengan sistem hidroponik di greenhouse Rutan Kelas IIB Boyolali. 

Total ada 124 pohon yang ditanam dengan konsep satu pohon satu buah. Tujuannya untuk menjaga kualitas dan tingkat kemanisan maksimal pada setiap buah.

Proses budidaya sepenuhnya dikelola oleh dua warga binaan. Keduanya belajar dari nol di bawah bimbingan petugas, mulai dari tahap penyemaian, pemupukan, polinasi manual, hingga perawatan harian. 

Untuk memastikan nutrisi tanaman optimal, pengecekan pH air dilakukan rutin setiap pagi dan sore.

“Ini sebagai bentuk nyata pemberdayaan warga binaan pemasyarakatan agar mereka tetap produktif,” tambah Ervans. 

Baca Juga: Medical Check-Up Murah hingga Games Anak, JCI x Indriati Health Fest Siap Digelar 21-23 Mei

Ervans melanjutkan, harga melon ditetapkan Rp30 ribu per kg. Harga ini lebih terjangkau dibanding harga pasaran melon premium sejenis. 

Masyarakat juga umum diperbolehkan masuk dan memetik langsung dengan syarat membawa kartu identitas untuk pendataan pengunjung.

Program ini mendapat pendampingan dari Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali, termasuk bantuan alat pertanian seperti spray untuk perawatan tanaman. 

Dia menambahkan, kolaborasi ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas hasil panen, sekaligus memberi bekal keterampilan pertanian modern bagi warga binaan.

Ervans menegaskan, selain melatih keterampilan, sebagian hasil penjualan melon akan dikembalikan ke warga binaan dalam bentuk premi. 

“Tujuannya agar mereka punya bekal saat kembali ke masyarakat,” ucapnya. 

Baca Juga: Ditahan Imbang Persebaya, Nasib Persis Solo Makin Diujung Tanduk

Pihak rutan berharap wisata petik melon ini juga mengubah stigma masyarakat terhadap lapas. Pengunjung bisa melihat langsung aktivitas positif warga binaan sekaligus membeli buah segar hasil budidaya mereka. 

Salah satu warga binaan pengelola green house, Jawardi mengatakan, bahwa dia baru pertama kali menanam dengan teknik green house, di Rutan Boyolali.

Menurutnya, ada kesulitan tersendiri saat merawat pohon melon hingga masa panen. Seperti cuaca, serta curah hujan yang sangat mempengaruhi pertumbuhan melon.

“Baru pertama kali (menanam hidroponik), sebelumnya di rumah itu bantu orang tua di ladang. Jadi ini belajar dari nol,” bebernya. (fid)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#rutan boyolali #warga binaan #hidroponik #wisata petik melon