Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Kodim 0724/Boyolali dan PT Agrinas Latih 990 Pengurus Koperasi Desa Merah Putih Secara Serentak

Abdul Khofid Firmanda Putra • Senin, 11 Mei 2026 | 14:58 WIB
 Bimbingan teknis sumber daya manusia Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) untuk memperkuat ekonomi desa, Senin (11/5/2026). Pelatihan digelar di 10 KDMP yang ada di Boyolali. (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)
Bimbingan teknis sumber daya manusia Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) untuk memperkuat ekonomi desa, Senin (11/5/2026). Pelatihan digelar di 10 KDMP yang ada di Boyolali. (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Upaya memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan terus digenjot di wilayah Kabupaten Boyolali. Kodim 0724/Boyolali bersinergi dengan PT Agrinas menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) secara masif, Senin (11/5/2026).

Kegiatan ini merupakan langkah konkret untuk membekali para pengelola koperasi di tingkat desa dengan keterampilan manajemen modern agar mampu mengelola potensi lokal secara profesional dan berkelanjutan.

Pelatihan ini juga menjadi bagian dari implementasi program strategis nasional dalam mempercepat kemandirian ekonomi masyarakat desa.

Baca Juga: Geger! Video Asusila di Plaza GOR Manahan, Kasatpol PP Solo: Pelaku Bisa Disanksi Sosial Bersih-Bersih

Bimtek tersebut berfokus pada transformasi pengelolaan koperasi tradisional menuju sistem yang lebih transparan dan berbasis teknologi.

Dengan menghadirkan mentor-mentor berpengalaman, para peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai tata kelola usaha, pengawasan internal, hingga strategi menghadapi tantangan pasar di era digital.

Kodim 0724/Boyolali memandang bahwa keberhasilan sebuah koperasi sangat bergantung pada integritas dan kompetensi para pengurusnya di lapangan.

Pasiter Kodim 0724/Boyolali Kapten Inf Nasoha menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan investasi jangka panjang bagi stabilitas ekonomi perdesaan. 

“Koperasi yang kuat dimulai dari sumber daya manusia yang kompeten. Melalui program pelatihan Kopdesa ini, kami membantu koperasi desa membangun tim pengurus, pengawas, dan pengelola unit usaha yang profesional, transparan, dan siap menghadapi tantangan era digital,” ujar Nasoha saat memantau pelaksanaan kegiatan.

Pelatihan ini mencakup wilayah yang cukup luas dengan melibatkan 990 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

Baca Juga: Megawati Hangestri Resmi Gabung Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea, Fans Indonesia Langsung Heboh

Guna memastikan efektivitas materi, Bimtek dilaksanakan secara serentak di 10 titik lokasi Koperasi Desa Merah Putih yang tersebar di wilayah Boyolali, meliputi Desa Kiringan, Winong, Penggung, Karanggeneng, Manggis, Karangnongko, Butuh, Sudimoro, Kragilan, hingga Desa Trayu.

Metode pelatihan dirancang agar bersifat aplikatif sehingga pengurus koperasi dapat langsung mempraktikkan ilmu yang didapat dalam unit usaha masing-masing.

“Pelatihan ini dirancang secara praktis dan aplikatif sesuai kebutuhan koperasi di lapangan. Dengan pendampingan mentor berpengalaman serta materi yang mudah dipahami, diharapkan koperasi desa mampu berkembang menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat yang modern, mandiri, dan berkelanjutan,” tambah Nasoha.

Pendekatan praktis ini diharapkan mampu memicu inovasi dalam pengembangan usaha kolektif yang berbasis pada kebutuhan riil warga di tingkat desa maupun kelurahan.

Baca Juga: Ubah Stigma Rutan: Warga Boyolali Antusias Ikut Wisata Petik Melon Hidroponik di Balik Jeruji

Program pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KOPDES) ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025.

Kebijakan tersebut mengamanatkan percepatan penguatan ekonomi desa melalui skema usaha kolektif yang berakar pada potensi lokal.

Kodim 0724/Boyolali berkomitmen penuh dalam mengawal instruksi tersebut sebagai wujud dukungan TNI AD terhadap pembangunan nasional yang dimulai dari pinggiran.

Melalui sinergi antara TNI, sektor swasta seperti PT Agrinas, dan perangkat desa, diharapkan koperasi tidak lagi sekadar menjadi lembaga administratif, melainkan menjelma menjadi pilar ekonomi yang tangguh.

Penekanan pada aspek profesionalisme dan transparansi menjadi kunci agar kepercayaan masyarakat terhadap lembaga koperasi kembali menguat, sehingga arus perputaran uang di desa dapat dirasakan manfaatnya secara merata oleh seluruh warga. (fid)

 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#pt agrinas #pengurus koperasi desa merah putih #kodim 0724/boyolali #Bimtek #KDMP