RADARSOLO.COM - Kwartir Cabang (Kwarcab) Boyolali resmi melepas kontingen Pramuka golongan Siaga untuk berlaga di ajang Pesta Siaga Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah 2026.
Sebanyak 32 anggota Pramuka cilik pilihan dari berbagai SD/MI di Boyolali akan bergabung dengan ribuan peserta dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah di Pusat Kegiatan Pramuka (Puskepram) Candrabirawa, Semarang.
Pelepasan yang berlangsung di SDN 1 Manggis, Mojosongo, pada Selasa (12/5/2026) menjadi momentum krusial untuk memompa semangat para peserta sebelum bertanding pada Sabtu (16/5/2026) hingga Minggu (17/5/2026).
Baca Juga: Temuan Polres Sragen, MTs Muhammadiyah 4 Bulu Sambungmacan Sudah 26 Tahun Tak Direnovasi
Kontingen Boyolali tahun ini diperkuat oleh empat Barung terbaik yang terdiri dari dua Barung putra dan dua Barung putri.
Total rombongan mencapai 37 orang, mencakup peserta, pembina pendamping, serta pimpinan kontingen.
Sebelum keberangkatan, para peserta telah menjalani rangkaian gladi bersih intensif guna memantapkan kekompakan dan penguasaan materi yang akan diperlombakan di tingkat provinsi.
Pelaksana Humas Kwarcab Boyolali, Eksani, merinci detail personel yang akan bertolak ke Semarang guna membawa nama harum daerah.
“Peserta yang kita kirim mewakili Boyolali sebanyak empat Barung, dua Barung putra dan dua Barung putri sebanyak 32 peserta, 4 pembina damping dan 1 pimpinan kontingen kwarcab Boyolali, jadi jumlahnya 37 orang,” jelas Eksani, Selasa (12/5/2026).
Ia menaruh harapan besar agar delegasi Boyolali mampu tampil maksimal dan membawa pulang prestasi membanggakan.
Pimpinan Kontingen Kwarcab Boyolali Ashab menyebut bahwa empat barung tersebut merupakan hasil seleksi ketat yang berasal dari empat sekolah di dua kecamatan, yakni SDN 1 Sruni dan SDN Pager Jurang (Kecamatan Musuk), serta SDN 1 Manggis dan SDN 3 Kemiri (Kecamatan Mojosongo).
Para peserta akan mengikuti berbagai taman kegiatan yang dirancang untuk mengasah ketangkasan, pengetahuan, dan kreativitas anak-anak golongan siaga.
Berbagai tantangan menarik telah menunggu para peserta di Puskepram Candrabirawa, mulai dari penguasaan teknologi digital hingga pelestarian budaya.
“Kegiatan di sana nanti akan digelar selama dua hari dengan rincian kegiatan video vlog siaga tema ketahanan pangan, siaga cepat dengan menjawab materi soal, dilanjutkan karnaval dengan tema budaya Nusantara, dan beberapa kegiatan pendukung lain,” ujar Ashab.
Kombinasi kegiatan ini bertujuan membentuk karakter pramuka yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kecintaan terhadap budaya bangsa.
Kwarcab Boyolali optimistis bahwa persiapan matang yang telah dilakukan akan membuahkan hasil optimal.
Penekanan pada tema ketahanan pangan dalam pembuatan vlog serta tema budaya Nusantara dalam karnaval diharapkan mampu menjadi nilai tambah bagi kontingen Boyolali di mata dewan juri Kwarda Jateng.
Melalui ajang ini, para anggota pramuka siaga diharapkan mendapatkan pengalaman berharga melalui interaksi dengan teman sebaya dari seluruh wilayah Jawa Tengah.
Dengan semangat yang berkobar, rombongan dari "Kota Susu" ini menargetkan posisi puncak dalam klasemen akhir perlombaan. (fid)
Editor : Tri Wahyu Cahyono