RADARSOLO.COM - Ketegasan mengenai syarat kesehatan atau istithah kesehatan menjadi fokus utama Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo pada musim haji 1447 H/2026 M.
Hingga Selasa (12/5/2026) pagi, tercatat sebanyak 57 calon jemaah haji (CJH) terpaksa dipulangkan ke daerah asal karena dinyatakan tidak layak terbang.
Keputusan pahit ini diambil setelah tim medis melakukan skrining kesehatan mendalam di Asrama Haji Donohudan (AHD) guna menghindari risiko fatal selama penerbangan jarak jauh maupun saat menjalankan prosesi ibadah di tanah suci.
Baca Juga: Membedah Jalan Terjal Bibit Atlet Bulu Tangkis Solo Raya Bisa Tembus Cipayung: Runtuhnya Hegemoni
Penyebab pemulangan puluhan jemaah tersebut sangat beragam. Mulai dari kondisi fisik yang menurun drastis hingga gangguan kognitif.
Berdasarkan hasil pemeriksaan di AHD, beberapa jemaah terdeteksi mengalami demensia, sementara lainnya membutuhkan perawatan medis intensif yang tidak memungkinkan untuk dilakukan di atas pesawat.
Selain jemaah yang sakit, prosedur ini juga berdampak pada para pendamping atau pasangan yang secara otomatis ikut dipulangkan jika jemaah utama dinyatakan gagal berangkat.
Humas PPIH Embarkasi Solo Nabiila Azka Amaalia merinci bahwa dari 57 orang tersebut, empat di antaranya merupakan pendamping.
Keputusan tidak layak terbang ini bersifat final demi keselamatan jemaah itu sendiri.
“Jadi tidak layak terbang. Karena tidak bisa mendapatkan perawatan saat terbang,” tegas Nabiila pada Selasa pagi.
Ia menambahkan bahwa pemeriksaan ulang di asrama meliputi cek tekanan darah, gula darah, fungsi jantung, hingga kondisi psikis guna memastikan kesiapan fisik jemaah yang akan menghadapi stamina prima di Arab Saudi.
Selain mereka yang sudah dipulangkan, PPIH masih memantau kondisi tujuh jemaah lain yang saat ini tertunda keberangkatannya karena sakit.
Penanganan medis dilakukan secara berjenjang, di mana empat jemaah harus dirujuk ke RSUD Dr. Moewardi Surakarta karena memerlukan peralatan medis yang lebih lengkap, sedangkan tiga jemaah lainnya masih menjalani observasi di Klinik Kesehatan Embarkasi Solo.
Keberangkatan mereka akan diputuskan berdasarkan perkembangan kondisi kesehatan dalam beberapa hari ke depan.
Baca Juga: Temuan Polres Sragen, MTs Muhammadiyah 4 Bulu Sambungmacan Sudah 26 Tahun Tak Direnovasi
Bagi jemaah yang gagal berangkat tahun ini, PPIH memberikan jaminan bahwa hak haji mereka tidak hilang.
Jemaah yang tertunda karena faktor kesehatan akan mendapatkan prioritas untuk diberangkatkan pada musim haji tahun berikutnya, dengan catatan telah dinyatakan sehat dan memenuhi standar istithah kesehatan.
Hal ini dilakukan agar jemaah dapat menjalankan rukun Islam kelima dengan sempurna tanpa kendala fisik yang membahayakan nyawa.
Meski terdapat jemaah yang tertunda, proses pemberangkatan jemaah haji di Embarkasi Solo secara keseluruhan tetap berjalan sesuai jadwal.
Hingga Selasa pagi, PPIH telah menerima total 22.653 jemaah yang tergabung dalam 63 kelompok terbang (kloter).
Dari jumlah tersebut, mayoritas jemaah atau sebanyak 21.499 orang sudah berada di tanah suci setelah diterbangkan dalam 60 kloter secara bertahap.
“Untuk pemberangkatan jemaah haji, hari ini ada dua kloter, kloter 61 dan 62,” tambah Nabiila merinci progres harian di bandara.
PPIH terus mengimbau kepada seluruh jemaah yang masih menunggu jadwal keberangkatan untuk menjaga pola makan, rutin mengonsumsi vitamin, serta cukup beristirahat.
Disiplin dalam mengikuti anjuran tim kesehatan di asrama menjadi kunci utama agar jemaah tetap bugar dan terhindar dari risiko pemulangan akibat kondisi kesehatan yang menurun di detik-detik terakhir. (fid)
Editor : Tri Wahyu Cahyono