Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Gejolak Timur Tengah Tunda Proyek Infrastruktur di Boyolali, Pemkab Revisi Harga Satuan

Abdul Khofid Firmanda Putra • Kamis, 14 Mei 2026 | 11:59 WIB
Ilustrasi Infrastruktur Jalan Rusak Di Boyolali (ABDUl KHOFID/RADAR SOLO)
Ilustrasi Infrastruktur Jalan Rusak Di Boyolali (ABDUl KHOFID/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Gejolak perang di Timur Tengah berdampak pada pembangunan daerah di Kabupaten Boyolali.

Hingga saat ini, belum ada proyek infrastruktur yang mulai berjalan karena Pemkab Boyolali masih melakukan penyesuaian harga satuan pekerjaan.

Bupati Boyolali, Agus Irawan, mengatakan kondisi global membuat harga bahan baku proyek terus berubah. 

“Kalau infrastruktur, selain karena ada efisiensi anggaran juga ada gejolak untuk satuan harganya,” kata Agus saat mendampingi kunjungan Menteri Koperasi di KDKMP Kragilan, Kecamatan Mojosongo, Rabu (13/5) kemarin.

Baca Juga: Boyolali Siapkan Kirab Budaya dan Agenda Lain Sambut HUT ke-179, Angkat Kearifan Lokal.

Menurutnya, situasi politik global yang belum menentu menyebabkan harga bahan baku mengalami perubahan cukup signifikan. 

Salah satu yang terdampak adalah harga pasir tambang yang didistribusikan menggunakan truk.

Kenaikan harga BBM non-subsidi juga turut memengaruhi biaya operasional penambang, dan distribusi material.

“Jadi satuan harganya kita revisi dulu. Karena kalau daftar satuan harga kita terbitkan dulu untuk lelang, harganya berbeda dengan pasar akan menimbulkan gejolak,” ujarnya.

Untuk menghindari persoalan di kemudian hari, Pemkab Boyolali memilih menunda proses lelang proyek infrastruktur hingga penyesuaian harga satuan selesai dilakukan.

Dia mencontohkan, proyek pembangunan Pasar Karanggede yang seharusnya jadwal lelangnya sudah terbit, harus ditunda sebab masih dilakukan penghitungan ulang.(fid)

Editor : Nur Pramudito
#Boyolali #Pemkab #proyek infrastruktur