RADARSOLO. COM-Insiden mobil terperosok ke jurang akibat mengikuti arahan aplikasi navigasi kembali terjadi di wilayah Kabupaten Boyolali.
Mobil yang dikendarai Hari Eko, warga Baki, Sukoharjo, terjun ke jurang sedalam 4 meter di Jalan Senting, Desa Sambi, Kamis (14/5/2026) malam.
Baca Juga: Khutbah Jumat 15 Mei 2026: Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah
Beruntung, nyawa pengemudi berhasil selamat dalam kejadian tersebut meskipun proses evakuasi kendaraan memakan waktu hingga dua jam karena medan yang gelap dan curam.
Peristiwa bermula saat korban hendak pulang usai berkunjung dari kawasan Waduk Cengklik sekitar pukul 20.00.
Karena tidak menguasai medan, korban memilih untuk mengandalkan aplikasi peta digital sebagai pemandu arah.
Namun, sesampainya di lokasi kejadian, arahan navigasi tiba-tiba menjadi tidak akurat dan mengarahkan kendaraan ke jalur yang sebenarnya merupakan tepi jurang.
Kabid Damkar Satpol PP Boyolali Supriyono, menjelaskan bahwa hilangnya jalur pada aplikasi peta tersebut membuat pengemudi kehilangan kendali atas kendaraannya.
Jalur yang ditunjukkan tiba-tiba hilang dan justru mengarahkan kendaraan ke arah jurang, sehingga mobil terperosok ke bawah jalan.
Kejadian ini segera dilaporkan oleh warga sekitar ke markas Damkar Satpol PP Boyolali untuk mendapatkan bantuan darurat.
Baca Juga: Hujan Deras dan Angin Kencang Terjang Canden Boyolali, Polindes hingga Rumah Warga Rusak Parah
Regu 01 Damkar Satpol PP Boyolali diterjunkan ke lokasi dengan membawa unit Kajama Besar.
Proses evakuasi kendaraan berlangsung dramatis karena posisi mobil yang miring di dasar jurang serta minimnya penerangan di sekitar lokasi.
Petugas harus bekerja ekstra hati-hati menggunakan peralatan khusus untuk mengangkat badan mobil secara bertahap agar tidak menimbulkan kerusakan lebih parah atau membahayakan petugas di lapangan.
Mobil akhirnya berhasil diangkat kembali ke badan jalan pada pukul 22.03.
"Evakuasi berjalan lancar tanpa korban jiwa. Kami mengimbau masyarakat lebih berhati-hati saat melintas di jalur yang belum dikenal, terutama malam hari," ujar Supriyono pada Jumat (15/5/2026).
Meskipun kendaraan mengalami kerusakan material, pengemudi dilaporkan hanya mengalami syok tanpa luka fisik yang serius.
Pihak Damkar Satpol PP Boyolali mencatat bahwa insiden kendaraan terperosok akibat "tersesat" aplikasi peta digital bukan kali pertama terjadi.
Kurangnya penerangan jalan serta rambu lalu lintas di jalur alternatif sering kali membuat pengemudi tidak menyadari potensi bahaya di depan mereka meski aplikasi menunjukkan jalur tersebut dapat dilalui.
Supriyono menekankan agar para pengguna jalan tetap mengedepankan pengamatan visual di lapangan dibandingkan hanya percaya pada instruksi suara aplikasi.
"Masyarakat diminta memastikan rute yang dilalui aman sebelum melanjutkan perjalanan. Jangan sepenuhnya bergantung pada aplikasi navigasi di wilayah yang minim penerangan dan belum memiliki rambu jelas," tegasnya.
Ia juga menyarankan agar pengemudi lebih sering bertanya kepada warga lokal jika merasa rute yang ditunjukkan aplikasi mulai mencurigakan atau melewati jalur yang tidak layak. (fid)
Editor : Tri Wahyu Cahyono