Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Merugi Rp117 Juta, Pembudidaya Karamba Jaring Apung Waduk Cengklik Boyolali Ungkap Detik-detik Matinya 4 Ton Ikan Nila

Abdul Khofid Firmanda Putra • Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:46 WIB
Ikan-ikan di karamba jaring apung Waduk Cengklik, Boyolali mati mendadak, Jumat (15/5/2026). (ISTIMEWA)
Ikan-ikan di karamba jaring apung Waduk Cengklik, Boyolali mati mendadak, Jumat (15/5/2026). (ISTIMEWA)

RADARSOLO.COM - Matinya 4 ton ikan nila yang dibudidayakan di Karamba Jaring Apung (KJA) Waduk Cengklik, Boyolali akibat fenomena upwelling menyebabkan kerugian materi tidak sedikit.

Dalam pertemuan pembudidaya ikan nila KJA, Jumat (15/5/2026) malam, kerugian materi tembus Rp117,6 juta.

Pemantauan pembudidaya KJA, anomali kualitas air waduk mulai menunjukkan gejala pembalikan massa air sejak Jumat (15/5/2026) pagi pukul 05.00.

Baca Juga: Apa Isi Film Dokumenter Pesta Babi Sampai Nobar Dibubarkan? Ini Fakta dan Link Daftar Nobar Resmi dari Watchdoc

Puncak kematian massal ikan terjadi pada siang harinya sekitar pukul 13.00. Di mana ribuan ekor ikan nila mendadak mengapung lemas ke permukaan kolam jaring.

Hujan lebat disertai angin kencang yang mengocok lapisan dasar waduk pada Kamis (14/5/2026) malam diidentifikasi sebagai pemicu utama naiknya kandungan gas beracun ke lapisan permukaan.

Dampak terjangan upwelling kali ini merusak ekosistem budidaya milik 11 peternak ikan yang tergabung dalam dua kelompok tani, yakni Kelompok Sumber Rejeki dan Kelompok Sumber Penguripan di Desa Sobokerto.

Total tonase ikan nila siap panen yang mati mencapai 4,2 ton. Para pembudidaya berharap penuh agar pemerintah daerah dapat memberikan atensi serta fasilitasi bantuan stimulan demi memulihkan modal usaha mereka yang ludes dalam semalam.

Menyikapi laporan kerugian yang cukup masif tersebut, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Boyolali bergerak cepat.

Kabid Perikanan Disnakkan Boyolali Anton Sarwoko menegaskan kesiapan jajarannya untuk segera turun langsung ke area waduk.

Baca Juga: Kapan 1 Dzulhijjah 2026? Ini Jadwal Sidang Isbat Penentuan Idul Adha 1447 H

“Kami akan memastikan jumlah kerugian dan mendata pembudidaya yang terdampak. Selanjutnya kami tindak lanjuti sesuai mekanisme yang ada,” ujar Anton, Sabtu (16/6/2026).

Selain pendataan, tim teknis dinas juga akan memantau kadar oksigen terlarut (dissolved oxygen) di waduk untuk memastikan kondisi air telah kembali aman untuk aktivitas budidaya.

Meskipun terpukul oleh kerugian finansial yang besar, para pembudidaya ikan nila di Waduk Cengklik menyatakan komitmennya untuk tidak membiarkan bangkai ikan mencemari ekosistem waduk yang lebih luas.

Aksi pembersihan mandiri terus dikebut agar sisa-sisa ikan yang selamat tidak ikut tertular penyakit akibat pembusukan organik di dalam air.

Baca Juga: Gregoria Mariska Tunjung Resmi Keluar dari Pelatnas, Fans Syok! Ada Apa Ini? 

Di sisi lain, para pembudidaya berjanji menyusun laporan resmi kejadian ini secara berjenjang kepada pimpinan daerah.

Mereka juga berkomitmen untuk terus mengevaluasi tata cara penempatan keramba serta menerapkan praktik budidaya ikan yang baik (Good Aquaculture Practices) ke depan.

Langkah mandiri seperti pengurangan porsi pemberian pakan saat cuaca mendung juga akan diperketat guna menekan endapan organik di dasar waduk yang memicu pelepasan gas beracun saat terjadi upwelling. (fid)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#ikan nila mati massal #Waduk Cengklik #kerugian materi #Upwelling #disnakkan boyolali