Kapolda Jateng Irjen Pol. Dr. Ribut Hari Wibowo bersama jajaran Forkopimda Provinsi Jawa Tengah memimpin kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 di Dukuh Banjarsari, Desa Teras, Kabupaten Boyolali, Sabtu (16/5/2026).
Langkah ini menjadi bagian dari aksi nyata institusi Polri dalam menyukseskan peta jalan swasembada pangan nasional yang dicanangkan oleh pemerintah pusat.
Baca Juga: Nodai Kemenangan Persis Solo, 33 Oknum Suporter Diamankan Polresta Solo
Kegiatan panen raya di Boyolali ini diselenggarakan secara simultan dengan pusat pergerakan nasional yang dipusatkan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Melalui fasilitas Zoom Meeting, jalannya panen di tingkat daerah dipantau dan diikuti langsung secara virtual oleh Presiden RI bersama Kapolri.
Di lokasi lahan Boyolali sendiri, atmosfer gotong royong tampak kental dengan kehadiran Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen.
Termasuk unsur TNI, jajaran OPD Provinsi Jawa Tengah, Forkopimda Boyolali, serta perwakilan instansi pendukung seperti Bulog, Perhutani, dan perbankan.
Kasi Humas Polres Boyolali AKP Winarsih menjelaskan bahwa keterlibatan jajaran kepolisian merupakan wujud nyata dari fungsi bimbingan masyarakat dan dukungan terhadap stabilitas ekonomi sosiologis.
“Polri siap mendukung penuh program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan melalui sinergitas bersama seluruh stakeholder dan masyarakat,” ujar AKP Winarsih, Minggu (17/5/2026).
Sinergi ini diharapkan mampu memotong hambatan jalur birokrasi dan logistik dari tingkat hulu hingga hilir.
Dalam aksi pemetikan hasil bumi tersebut, Kapolda Jateng bersama rombongan memanen tanaman jagung di atas lahan produktif seluas kurang lebih 3.000 meter persegi yang dikelola oleh kelompok tani lokal.
Komoditas yang dipanen merupakan varietas unggulan jenis jagung hibrida NK Perkasa, yang dikenal memiliki ketahanan prima terhadap hama serta potensi hasil tonase yang tinggi.
Guna menjaga stabilitas harga di tingkat petani, seluruh hasil panen dari lokasi ini akan diserap secara langsung oleh Perum Bulog untuk memperkuat stok cadangan pangan nasional.
Pemerintah daerah mengapresiasi pemanfaatan lahan di Desa Teras ini karena mampu membuktikan bahwa optimalisasi lahan desa jika dikelola dengan teknik penyuluhan yang tepat dapat menghasilkan produktivitas yang kompetitif.
Kerja sama dengan pihak perbankan juga didorong agar para petani ke depan mendapatkan kemudahan akses pembiayaan modal kerja seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor pertanian.
Tidak sekadar melakukan panen secara seremonial, rombongan pejabat utama Polda Jateng dan Pemprov Jateng juga menyerahkan berbagai bentuk stimulan untuk menjaga keberlanjutan roda produksi pertanian di Boyolali.
Paket bantuan sosial berupa sembako dibagikan kepada warga kurang mampu di sekitar lokasi acara.
Sementara itu, kelompok tani setempat menerima suntikan stimulan berupa bibit jagung berkualitas, alokasi pupuk, serta bantuan alat mesin pertanian (alsintan) modern.
Melalui bantuan alsintan tersebut, Kapolda Jateng berharap proses masa tanam berikutnya dapat berjalan lebih efisien dengan ongkos produksi yang lebih murah.
Penguatan kapasitas kelompok tani melalui pendampingan bhabinkamtibmas dan penyuluh pertanian lapangan (PPL) akan terus diintensifkan di seluruh wilayah hukum Polda Jateng guna memastikan swasembada pangan bukan sekadar target di atas kertas, melainkan realitas yang menyejahterakan masyarakat. (fid)
Editor : Tri Wahyu Cahyono