RADARSOLO.COM – Fase pemberangkatan jemaah calon haji di Embarkasi Solo kini telah memasuki tahap akhir dari seluruh rangkaian jadwal yang direncanakan.
Hingga Minggu (17/5/2026) pagi, mayoritas kelompok terbang (kloter) asal Jawa Tengah telah berhasil diterbangkan menuju tanah suci dengan aman.
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) kini tinggal menyisakan beberapa kloter pamungkas yang dijadwalkan akan bertolak secara bertahap dalam lima hari ke depan melalui Bandara Internasional Adi Soemarmo.
Proses penerimaan hingga pemberangkatan jemaah dari Asrama Haji Donohudan (AHD) Boyolali diklaim berjalan tanpa kendala yang berarti.
Berdasarkan data rekapitulasi terbaru per 17 Mei, tercatat sebanyak 75 kloter dengan total 26.972 jemaah sudah memasuki asrama.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 72 kloter yang membawa 25.789 jemaah sudah mengangkasa dan tiba di Arab Saudi.
PPIH menargetkan total ada 81 kloter yang akan diberangkatkan pada musim haji tahun ini.
Ketua PPIH Embarkasi Solo Fitriyanto menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada seluruh elemen pendukung yang terlibat aktif dalam menyukseskan operasional harian di asrama maupun bandara.
“Alhamdulillah, sejak kloter 1 sampai kloter 75 ini berjalan dengan lancar berkat dukungan dari semua pihak termasuk dari media yang mengabarkan kepada masyarakat,” ujar Fitriyanto saat menggelar konferensi pers di AHD Boyolali, Minggu (17/5/2026).
Baca Juga: Klaten Miliki 90 Koperasi Siap Beroperasi, Ikut Diresmikan Serentak oleh Presiden Prabowo Subianto
Rangkaian gelombang kedua ini akan ditutup oleh kloter 81 pada Kamis (21/5/2026).
Kloter terakhir ini memiliki karakteristik unik karena bertindak sebagai wadah penampung bagi seluruh jemaah cadangan se-Jawa Tengah yang naik status untuk mengisi kursi kosong setelah jemaah utama yang menunda keberangkatan karena faktor kesehatan atau alasan mendesak lainnya.
“Isinya hampir dari seluruh kabupaten ada. Karena kemarin ketika ada jamaah yang gagal berangkat, itu kan diisi oleh jamaah cadangan nomor porsi berikutnya. Sehingga hampir 35 kabupaten kota di Jawa Tengah ini ada satu, ada yang dua, ada yang sepuluh,” jelasnya.
Ia juga memastikan bahwa seluruh manifes kloter penutup murni berasal dari wilayah Jateng, tanpa adanya penggabungan jemaah dari embarkasi luar daerah seperti musim haji tahun lalu. “Insya Allah tidak ada. Jadi semuanya dari Embarkasi Solo,” ujar dia.
Baca Juga: Panen Serentak via Zoom Bersama Presiden, Jagung Hibrida NK Perkasa Boyolali Langsung Diserap Bulog
Seiring dengan semakin dekatnya fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), PPIH menaruh perhatian luar biasa pada faktor keselamatan fisik jemaah di tengah laporan suhu udara yang sangat menyengat di Arab Saudi.
Jemaah diimbau untuk menahan diri tidak melakukan aktivitas ibadah sunah di luar ruangan pada jam-jam dengan paparan radiasi ultraviolet tertinggi, yakni antara pukul 09.00 hingga 13.00 waktu setempat.
Fluktuasi suhu yang ekstrem menuntut jemaah untuk adaptif dalam menjalankan rutinitas ibadah, termasuk saat pelaksanaan salat Jumat.
Jemaah disarankan memanfaatkan fasilitas ibadah terdekat demi menghindari risiko dehidrasi berat atau heat stroke.
“Untuk menghindari sengatan panas matahari, dari jam 09.00 sampai jam 01.00 untuk Jumatan, maka jemaah haji kita disarankan untuk salat Jumat di sekitar masjid hotel yang ditempati,” tambah Fitriyanto.
Petugas juga mewajibkan jemaah yang terpaksa keluar gedung untuk selalu melengkapi diri dengan alat pelindung personal seperti payung, kacamata hitam, masker kain, serta botol semprotan air untuk menyegarkan kulit wajah.
Baca Juga: Nodai Kemenangan Persis Solo, 33 Oknum Suporter Diamankan Polresta Solo
Mengingat tingkat kelembapan udara di Arab Saudi yang sangat rendah, pasokan cairan ke dalam tubuh harus dijaga secara konstan tanpa menunggu munculnya rasa haus.
“Sehingga kadang kita minum tiap jam saja ya memang tidak terasa haus, tapi tiba-tiba kadang kita lemas karena penguapannya sangat tinggi,” ujarnya mengingatkan.
Poin penting lain yang disosialisasikan oleh PPIH adalah kepatuhan jemaah terhadap regulasi terbaru mengenai tata cara pembayaran denda haji tamattu' atau dam.
Pemerintah Arab Saudi kini memperketat jalur transaksi keuangan tersebut dengan hanya melegitimasi satu kanal digital resmi perbankan guna menghindari praktik percaloan dan memastikan daging hewan kurban didistribusikan secara akuntabel kepada penerima yang berhak.
Sosialisasi ini diharapkan mampu memberikan panduan yang aman dan transparan bagi seluruh jemaah selama berada di Makkah.
“Alhamdulillah, dengan surat edaran itu memandu jemaah haji kita apakah jemaah itu akan melaksanakan pembayaran damnya di tanah suci atau di Arab Saudi dengan platform yang sudah ditentukan oleh pemerintah Arab Saudi, yaitu lewat Adahi,” papar Fitriyanto.
Biaya resmi dam sebesar 720 riyal dapat dikoordinasikan melalui petugas kloter untuk disetor ke platform Adahi, atau jika jemaah memilih opsi lain, pembayaran dapat disalurkan melalui lembaga amil zakat resmi di tanah air seperti Baznas, LazisNU, dan Lazismu.
Sementara itu, terkait nasib sekitar 50-an jemaah yang terpaksa dipulangkan dari asrama karena tidak lolos syarat istithah kesehatan, Fitriyanto menjamin hak berhaji mereka tidak akan hangus.
“Bagi jamaah yang tahun ini tidak bisa berangkat, nanti kita beri kesempatan tahun depan untuk berangkat,” bebernya.
Baca Juga: Panen Raya Jagung di Nguter Sukoharjo, Dukung Swasembada Pangan Nasional
Jika di masa depan kondisi kesehatan jemaah tersebut dinyatakan tidak membaik secara permanen oleh tim tim medis, regulasi memayungi proses pelimpahan nomor porsi kepada ahli waris inti seperti suami, istri, anak, atau saudara kandung tanpa perlu mengulang antrean dari awal. (fid)
Editor : Tri Wahyu Cahyono