Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Lupa Cabut Kunci saat Hendak Salat Dzuhur, Pemilik Panik Mobilnya Terkunci Otomatis di Halaman Masjid Ageng Boyolali

Abdul Khofid Firmanda Putra • Minggu, 17 Mei 2026 | 12:59 WIB
Personel Damkar Boyolali berupaya membuka pintu mobil yang terkunci otomatis sedangkan kuncinya masih berada di dalam kabin, Minggu (17/5/2026). (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)
Personel Damkar Boyolali berupaya membuka pintu mobil yang terkunci otomatis sedangkan kuncinya masih berada di dalam kabin, Minggu (17/5/2026). (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Kelalaian kecil berujung kepanikan terjadi di halaman parkir Masjid Ageng Boyolali, Minggu (17/5/2026) siang.

Pintu mobil milik Tresno terkunci secara otomatis dari luar, sementara kunci kontak kendaraan masih menggantung di dalam kabin.

Peristiwa menggelitik sekaligus mendebarkan ini bermula sekitar pukul 11.30 ketika pemilik mobil hendak menunaikan ibadah Salat Dzuhur di Masjid Ageng.

Baca Juga: Kloter 81 Sapu Jagad Siap Tutup Pemberangkatan Haji 2026 dari Embarkasi Solo

Diduga karena terburu-buru mengejar waktu pelaksanaan Salat Dzuhur berjamaah, Tresno langsung keluar dari pintu kemudi begitu kendaraan terparkir dengan rapi.

Namun, ia tidak menyadari bahwa dirinya belum mencabut kunci kontak dari tempatnya.

Kepanikan muncul sesaat setelah semua pintu mobil tertutup rapat. Sistem pengaman elektrik dan pengunci otomatis (central lock) pada unit kendaraan tersebut mendadak aktif, sehingga seluruh akses masuk langsung terkunci dari dalam.

Menyadari dirinya terjebak dalam situasi sulit dan tidak membawa kunci cadangan, korban segera berjalan menuju Kantor Satpol PP dan Damkar Kabupaten Boyolali untuk melaporkan kejadian tersebut secara langsung.

Mendapat aduan darurat dari warga yang berada tepat di halaman depan kantor, personel Regu 01 Damkar Satpol PP Boyolali langsung bergerak menuju titik parkir kendaraan.

Petugas membawa satu set peralatan khusus yang biasa digunakan untuk membuka pengait pintu dalam kondisi darurat tanpa harus menempuh opsi pemecahan kaca jendela.

Baca Juga: Ratusan Pelajar Berkompetisi di Turnamen E-Sport Kapolres Klaten Cup III, Sarana Pembinaan Bakat Positif

Proses pembukaan pintu dilakukan secara perlahan dan penuh perhitungan oleh petugas guna menghindari timbulnya baret pada bodi mobil atau kerusakan pada karet pelindung kaca.

Berkat keahlian teknis para personel di lapangan, mekanisme pengunci pintu mobil berhasil dilumpuhkan hanya dalam waktu beberapa menit, sehingga pintu dapat kembali dibuka dan kunci kontak dapat diselamatkan.

Kepala Bidang Damkar Satpol PP Boyolali, Supriyono, mengonfirmasi adanya tindakan penyelamatan non-kebakaran (rescue) yang melibatkan armada dan personelnya tersebut.

Baca Juga: Klaten Miliki 90 Koperasi Siap Beroperasi, Ikut Diresmikan Serentak oleh Presiden Prabowo Subianto

Ia mengapresiasi langkah cepat pemilik kendaraan yang langsung melapor ke posko darurat sehingga penanganan dapat dilakukan secara profesional tanpa menimbulkan kerugian material yang besar.

“Evakuasi berjalan lancar dan tidak ada kerusakan pada mobil. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan kunci sudah dicabut sebelum meninggalkan kendaraan,” ujar Supriyono jawapos.radarsolo.com. (fid)

 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#pintu mobil terkunci #masjid ageng boyolali #Damkar Boyolali