Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Antimainstream! Penjual Hewan Kurban di Boyolali Tawarakan Suasana Kandang yang Nyaman dan Makan Kambing Guling Gratis

Abdul Khofid Firmanda Putra • Senin, 18 Mei 2026 | 14:15 WIB
Calon pembeli disambut karyawati tempat penjualan hewan kurban di Ampel Boyolali yang mengenakan kostum ala kartun Shaun the Sheep. (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)
Calon pembeli disambut karyawati tempat penjualan hewan kurban di Ampel Boyolali yang mengenakan kostum ala kartun Shaun the Sheep. (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Persaingan bisnis penyediaan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha memicu para pelaku usaha melahirkan ide-ide kreatif. 

Di Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, sebuah peternakan domba mencuri perhatian pasar dengan mengemas transaksi jual beli menjadi paket wisata keluarga.

Melalui konsep open farm atau wisata kandang terbuka yang dipadukan dengan sajian kuliner serba domba gratis, peternakan ini sukses mengubah citra kumuh kandang ternak menjadi destinasi belanja yang edukatif dan menyenangkan.

Baca Juga: Pasoepati Minta Maaf soal Flare di Manahan, Sebut Aksi Dipicu Ajakan Media Sosial

Suasana ramah anak langsung menyambut setiap rombongan pengunjung sejak menginjakkan kaki di pintu masuk peternakan.

Para petugas lapangan menyapa konsumen dengan mengenakan kostum jenaka ala karakter kartun terkenal, Shaun the Sheep.

Pendekatan ini terbukti ampuh menarik minat para orang tua untuk mengajak anak-anak mereka melihat langsung pola pemberian pakan, kebersihan sanitasi, hingga teknik perawatan domba modern sebagai materi edukasi luar ruangan.

Berbeda dengan pakem pasar hewan tradisional yang dominan menggunakan sistem jogrok atau tebakan harga berdasarkan postur visual, pelaku usaha ini mengedepankan asas keterbukaan lewat standardisasi timbangan digital per kilogram hidup.

Langkah ini menjadi magnet bagi para pencari hewan kurban dari luar daerah yang menginginkan akurasi harga.

Susilo Wibowo, konsumen asal luar kota memberikan apresiasi tinggi terhadap kenyamanan dan transparansi tata cara transaksi yang ditawarkan oleh pengelola.

Baca Juga: Belum Boleh Diekspos, Ini Bocoran Spek si Bejo, Sapi Kurban Bantuan Presiden Prabowo di Boyolali

"Alhamdulillah menarik ya. Jadi kita sebagai calon pembeli bisa melihat langsung domba yang dijual dan bisa memilih yang diinginkan, baik bobot maupun jenisnya," ujar Susilo.

Daya tarik utama yang membuat peternakan di lereng Gunung Merbabu ini dipadati ratusan pengunjung setiap akhir pekan adalah adanya fasilitas dapur kuliner gratis.

Setelah puas berkeliling area kandang untuk memilih domba yang sesuai kriteria, para calon pembeli akan diarahkan ke area barbeku.

Di tempat tersebut, mereka dimanjakan dengan aneka olahan daging segar mulai dari sate, tongseng, tengkleng, hingga menu premium domba guling utuh tanpa dipungut biaya sepeser pun.

Baca Juga: Warga Wonogiri Meninggal dengan Kondisi Tak Wajar di Kota Solo, Keluarga Sebut Sudah Lapor Polisi tapi Responsnya Begini

Strategi mencicipi hidangan ini dirancang agar konsumen dapat menguji secara langsung keunggulan komoditas daging domba. 

Tekstur serat yang lebih halus dan hilangnya aroma khas prengus menjadi keunggulan yang ditonjolkan.

Pengunjung lainnya, Yowan, mengaku langsung menjatuhkan pilihan dan melakukan pembayaran DP setelah merasakan sendiri kelembutan hidangan yang disajikan.

"Domba ini unik, beda sama kambing. Rasanya tidak bau prengus saat dimasak, tekstur dagingnya juga lebih lembut dan empuk, tidak sealot daging kambing," ungkap Yowan.

Siasat pemasaran yang out of the box ini berbanding lurus dengan kurva penjualan yang melesat tajam.

Pangsa pasar meluas hingga menjangkau wilayah Semarang, Yogyakarta, bahkan beberapa kabupaten di Jawa Barat.

Baca Juga: Heboh di TikTok! Link Video Guru Bahasa Inggris vs Murid Full Durasi 6 Menit, Benarkah Settingan?

Menghadapi lonjakan permintaan yang mepet menuju hari H, pengelola telah menyiagakan tim medis hewan internal untuk memastikan seluruh ternak terbebas dari serangan penyakit.

Pemilik Bhineka Farm Mario Febrianto menjelaskan, pergerakan pasar tahun ini memiliki pola yang cukup unik dengan grafik pemesanan yang menumpuk di fase akhir.

"Tahun ini tren penjualannya agak mepet mendekati hari H. Baru sekitar dua minggu terakhir ini permintaan naik signifikan," kata Mario.

Hingga saat ini, volume domba jantan yang telah dipesan oleh konsumen telah menembus angka kisaran 600 hingga 700 ekor.

Baca Juga: Bocor! Tampang Toyota Fortuner 2026 Terbaru, Pakai Mesin Hybrid dan Fitur Canggih Bikin Penasaran, Calon Raja SUV Baru?

Untuk kategori domba jantan standar kualitas prima, pengelola mematok harga dasar Rp80 ribu per kilogram hidup.

Varian bobot berkisar antara 30 hingga 35 kilogram menjadi produk yang paling laris manis diburu karena berada pada rentang harga psikologis konsumen yang terjangkau, yakni Rp2,4 juta hingga Rp2,5 juta per ekor.

Guna memberikan pelayanan totalitas, Bhineka Farm juga menggratiskan jasa perawatan dan penitipan pakan intensif bagi konsumen yang belum memiliki fasilitas kandang di rumah hingga hari H penyembelihan tiba. (fid)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#kandang bersih #doma kurban #makan kambing guling gratis #Penjual Hewan Kurban