Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Update Kasus Mayat Dikubur di Dapur Rumah Warga Andong Boyolali: Hasil Otopsi Nihil Kekerasan, Anak Korban Dirujuk ke RS Jiwa

Abdul Khofid Firmanda Putra • Selasa, 19 Mei 2026 | 13:37 WIB
Lokasi mengubur mayat Pariman di dapur rumahnya di Dukuh Pereng RT 05 RW 01, Desa Pakel, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali. (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)
Lokasi mengubur mayat Pariman di dapur rumahnya di Dukuh Pereng RT 05 RW 01, Desa Pakel, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali. (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Misteri penemuan jasad Pariman, warga Dukuh Pereng RT 05 RW 01, Desa Pakel, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali yang ditemukan  dikubur di dapur rumahnya mulai menemui titik terang. 

Setelah melakukan serangkaian olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan otopsi medis, Polres Boyolali merilis hasil pemeriksaan sementara terhadap jasad Pariman. 

Di sisi lain, penyidik juga mengambil langkah taktis dengan merujuk salah satu anak kandung Pariman ke rumah sakit jiwa guna mendalami aspek psikologisdi balik peristiwa menggemparkan tersebut.

Baca Juga: Nyalakan Perapian untuk Usir Nyamuk, Kandang Ternak di Sidoharjo Wonogiri Terbakar, 1 Ekor Sapi Mati Terpanggang

Kasus yang semula dilaporkan warga sebagai dugaan pembunuhan ini terus didalami tim gabungan Polsek Andong dan Satreskrim Polres Boyolali.

Penggalian makam di area dapur rumah Pariman telah selesai dilakukan. Dilanjutkan pemeriksaan forensik mendalam untuk mengidentifikasi ada tidaknya unsur trauma fisik akibat benda tumpul maupun senjata tajam.

Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan klinis awal, Pariman diperkirakan meninggal beberapa hari sebelum gundukan tanah dibongkar polisi, Rabu (13/5/2026) malam sekitar pukul 21.00.

“Untuk umur jenazah diperkirakan 4-5 hari. Belum bisa ditemukan terkait tanda-tanda kekerasan dan lain-lain,” jelas AKBP Indra Maulana Saputra, Selasa (19/5/2026).

Fokus penyelidikan kepolisian diarahkan pada kondisi internal keluarga korban.

Berdasarkan keterangan perangkat desa dan warga setempat, selama ini Pariman tinggal bersama kedua putranya di rumah tersebut.

Baca Juga: Warga Wonogiri Meninggal Tak Wajar di Kota Solo, Kasatreskrim Polresta Solo Sebut Belum Ada Laporan Resmi

Sedangkan satu putra lainnya tinggal tak satu rumah,

Baik Pariman dan dua putranya memiliki riwayat medis khusus terkait kesehatan mental dan tercatat sebagai penderita orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Polisi merujuk salah satu anak Pariman berinisial C ke rumah sakit jiwa.

Langkah ini diambil karena C dikenal warga sering mengalami fase emosi yang tidak stabil (tantrum) hingga kerap memicu keresahan di lingkungan rukun tetangga setempat.

Kasat Reskrim Polres Boyolali AKP Indrawan Maulana Saputra menambahkan, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan resmi tim dokter spesialis kejiwaan.

Baca Juga: Apa Itu Planogram? Kopdes Merah Putih Jadi Sorotan Warganet, Penataan Produk Viral di Media Sosial

“Untuk saat ini, para saksi-saksi, terutama dua orang anak korban, salah satunya dirujuk di rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan kejiwaan," jelasnya.

"Apabila nanti pemeriksaan kejiwaan sudah selesai, maka akan segera kami sampaikan perkembangannya,” lanjut Kasatreskrim.

Polisi juga mengagendakan meminta keterangan dokter forensik guna mengunci kesimpulan akhir penyebab kematian Pariman.

Diberitakan sebelumnya, peristiwa ini kali pertama terendus saat anak ketiga Pariman pulang karena mendapatkan informasi dari para tetangga yang curiga karena ayahnya sudah berhari-hari tidak keluar rumah.

Setelah melakukan pencarian ke area luar dan memeriksa setiap kamar, anak korban mendapati adanya gundukan tanah yang tidak wajar dan masih basah di bagian dapur.

Baca Juga: BYD M6 DM Resmi Rilis, PHEV Pertama BYD di Indonesia, Konsumsi BBM Diklaim Tembus 65 Km/Liter!

Anak korban yang ketakutan setelah melihat bagian tubuh menyembul dari dalam tanah langsung melapor ke Polsek Andong.

Kini, dengan keluarnya hasil otopsi yang menyatakan nihil tanda kekerasan, spekulasi liar di tengah masyarakat dapat diredam.

Polres Boyolali mengimbau warga untuk tetap tenang, mempercayakan sisa proses hukum kepada penyidik, serta tidak menyebarkan asumsi-asumsi tidak berdasar di media sosial yang dapat memperkeruh suasana. (fid)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#andong boyolali #mayat dikubur di dapur #hasil otopsi mayat dikubur di dapur #rumah sakit jiwa #kapolres boyolali AKBP Indra Maulana Saputra