RADARSOLO.COM - Kabar duka kembali menyelimuti pelaksanaan ibadah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Seorang jemaah asal Kabupaten Blora wafat setelah menjalani perawatan medis di Tanah Suci, Senin (18/5/2026).
Kasus ini menambah panjang daftar jemaah asal Embarkasi Solo yang wafat di tengah masa tunggu menjelang fase krusial puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Baca Juga: Gulung Jaringan Pil Koplo di Desa Sendang, Polres Wonogiri Bekuk Pemuda dan Wanita Pemasok Barang
Jemaah yang tutup usia tersebut diketahui bernama Sri Wuwuh, tergabung dalam Kloter Blora.
Almarhumah dinyatakan meninggal dunia di dalam ruang perawatan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, Senin pukul 01.00 Waktu Arab Saudi (WAS).
Sebelum dilarikan ke klinik sentral, almarhumah mengeluhkan adanya gangguan pernapasan akut yang memicu penurunan drastis pada saturasi oksigen tubuhnya.
Tim dokter spesialis dan paramedis yang bersiaga di KKHI Makkah langsung memberikan intervensi alat bantu pernapasan serta obat-obatan intensif.
Namun takdir berkata lain lantaran kondisi fisik Sri Wuwuh terus melemah hingga dinyatakan wafat.
Humas PPIH Embarkasi Solo Nabiila Azka Amaalia menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya Sri Wuwuh.
Pihak otoritas perhajian memastikan hak-hak pemulasaran jenazah almarhumah akan dipenuhi secara terhormat sesuai dengan syariat dan regulasi yang ditetapkan oleh Pemerintah Arab Saudi.
“Almarhum akan dimakamkan di Ma’la,” ujar Nabiila di Asrama Haji Donohudan (AHD) Boyolali, Selasa (19/5/2026).
Makam Jannatul Ma'la merupakan salah satu kompleks pemakaman bersejarah dan paling utama yang terletak di utara Masjidil Haram, Makkah.
Hingga saat ini, jemaah haji dari Embarkasi Solo yang meninggal dunia sebanyak lima orang.
Mayoritas pemicu kematian jemaah di Tanah Suci berakar dari komplikasi penyakit bawaan (komorbid).
Seperti serangan jantung koroner dan gangguan fungsi pernapasan, yang diperparah oleh sengatan cuaca panas ekstrem Arab Saudi.
PPIH terus menginstruksikan tim pemantau kesehatan kloter (TKHK) untuk melakukan penyisiran (sweeping) berkala ke kamar-kamar hotel jemaah guna mendeteksi dini keluhan fisik, khususnya bagi kelompok jemaah lanjut usia (lansia) dan risiko tinggi (risti).
Jemaah diminta tidak memaksakan diri mengejar ibadah sunah luar ruangan yang menguras energi secara berlebihan di siang hari demi menjaga stabilitas imun tubuh.
Di sisi lain, pergerakan arus keberangkatan jemaah di Asrama Haji Donohudan Boyolali terus bergulir mendekati garis finis operasional.
Berdasarkan data statistik terbaru yang dirilis oleh sekretariat PPIH per hari Selasa ini, jumlah jemaah yang telah berhasil divalidasi dan memasuki asrama telah menembus angka 28.061 orang yang terbagi ke dalam 78 kelompok terbang.
Baca Juga: Kurang dari 24 Jam, Satreskrim Polres Klaten Bekuk Pelaku Curanmor di Jogonalan
Dari total volume jemaah yang masuk tersebut, mayoritas besar di antaranya telah sukses diberangkatkan dari Bandara Internasional Adi Soemarmo.
Tercatat sebanyak 27.599 jemaah yang tergabung dalam 77 kloter sudah mengangkasa dan mendarat di Jeddah maupun Madinah.
PPIH kini tengah mematangkan proses persiapan dokumen dan manifes untuk pelepasan kloter berikutnya yang dijadwalkan terbang pada sore hari ini.
“Untuk jadwal penerbangan hari ini ada satu kloter, kloter 78 yang akan diterbangkan nanti pukul 15.00 WIB,” tutur Nabiila.
Guna meminimalkan munculnya kasus fatalitas baru di Makkah, PPIH kembali menitipkan pesan edukasi kepada seluruh ketua rombongan dan regu jemaah yang masih berada di tanah air maupun yang sudah di Arab Saudi.
Jemaah diwajibkan untuk disiplin mengonsumsi air putih minimal satu gelas setiap jam tanpa menunggu rasa haus datang, selalu mengenakan pelindung kepala saat keluar pemukiman, serta tidak ragu untuk segera mengakses posko kesehatan kloter jika mendapati indikasi pusing atau sesak napas ringan sekecil apa pun. (fid)
Editor : Tri Wahyu Cahyono