RADARSOLO.COM - Operasional pemberangkatan jemaah calon haji Embarkasi Solo tahun 1447 H/2026 M resmi berakhir.
Ditutup dengan diterbangkannya Kloter 81, yang juga dikenal sebagai Kloter "Sapu Jagat", dari Bandara Internasional Adi Soemarmo, Boyolali, Kamis (21/5/2026) pukul 08.00.
Kloter terakhir ini mengangkut sebanyak 360 jemaah menggunakan maskapai Garuda Indonesia. Jemaah di dalam kloter ini merupakan gabungan dari 16 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Baca Juga: Polresta Solo Ungkap 43 Kasus Narkoba, 55 Tersangka Berhasil Diamankan
Antara lain Boyolali, Magelang, Demak, Cilacap, Tegal, Sukoharjo, Kota Surakarta, Klaten, Jepara, Kota Tegal, Grobogan, Pati, Blora, dan Wonogiri.
Ketua PPIH Embarkasi Solo Fitriyanto menyatakan, seluruh rangkaian proses pemberangkatan yang berjalan selama satu bulan penuh sejak 21 April lalu terlaksana dengan lancar.
Kloter 81 dinamakan Sapu Jagat karena berfungsi menampung sisa jemaah dari berbagai daerah yang belum masuk ke kloter reguler sebelumnya.
"Alhamdulillah pagi ini kita menyelesaikan operasional pemberangkatan jamaah haji dan pagi ini kita lepas kloter yang terakhir yaitu kloter 81 yang sering kita kenal dengan kloter Sapu Jagat," kata Fitriyanto di Asrama Haji Donohudan, Ngemplak, Boyolali, Kamis (21/5/2026).
Secara akumulatif, Embarkasi Solo pada musim haji tahun 2026 ini telah memberangkatkan total 29.039 jemaah calon haji ke Tanah Suci, jumlah tersebut sudah termasuk dengan para petugas pendamping kloter.
Fitriyanto juga memastikan bahwa seluruh jemaah yang sebelumnya sempat tertunda keberangkatannya karena mengalami kendala kesehatan, saat ini sudah berhasil diterbangkan.
Tim kesehatan PPIH telah merampungkan proses perawatan hingga seluruh jemaah tersebut mengantongi izin layak terbang.
"Yang sakit ini sudah selesai semuanya, sudah kita berangkatkan semuanya. Yang kemarin sakit alhamdulillah sudah layak terbang dan semuanya sudah kita berangkatkan," jelas Fitriyanto.
Dengan selesainya fase pemberangkatan ini, PPIH Embarkasi Solo kini mengalihkan fokus pada tahap pemantauan jemaah di Tanah Suci.
Mengingat cuaca panas di Arab Saudi, jemaah diimbau untuk disiplin menjaga kondisi fisik dan tidak memaksakan diri melakukan ibadah sunah luar ruangan yang berlebihan secara fisik.
Baca Juga: Jelang Laga Penentuan, Manajemen Persis Solo Pastikan Semangat Pemain Masih Membara
Manajemen energi yang baik sangat dibutuhkan oleh para jemaah agar kondisi kesehatan mereka tidak menurun saat memasuki fase inti ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
"Utamanya nanti menjelang puncak di Armuzna, ini tentu butuh tenaga yang banyak, butuh energi yang besar. Sehingga tentu jemaah saat-saat ini harus banyak menyimpan tenaga untuk persiapan puncak Arafah, Muzdalifah, dan Mina," pungkas Fitriyanto. (*)
Editor : Tri Wahyu Cahyono