RADARSOLO.COM – Penyebab pasti kematian Bayu Eko Purnomo, 43, warga Kelurahan Pulisen, Kecamatan Boyolali Kota, masih menjadi misteri.
Untuk mengungkap tanda tanya itu, Polres Boyolali dan Biddokkes Polda Jateng melakukan ekshumasi makam Bayu di makam Donoloyo, Jembangan, Desa/Kecamatan Banyudono, Boyolali, Jumat (22/5/2026).
“Ini (ekshumasi) guna menindaklanjuti laporan dugaan tindak pidana penganiayaan,” ujar Kasat Reskrim Polres Boyolali AKP Indrawan Wira Saputra.
Budi Sularyono, kuasa hukum keluarga Bayu menjelaskan, dugaan penganiayaan terjadi di kawasan Rumah Dinas Bupati Boyolali pada 5 April 2026.
Keluarga menduga Bayu mengalami benturan yang disengaja hingga menyebabkan kematian.
“Kami menunggu kepastian hasilnya. Pihak keluarga sangat berharap ini segera ditindaklanjuti,” tegas Budi.
Ditambahkan kuasa hukum, keluarga kliennya merasa resah karena terlapor masih berkeliaran.
Keluarga Bayu berharap hasil otopsi segera keluar agar proses hukum bisa berjalan.
Menanggapai hal tersebut, kasat reskrim mengatakan, saat ini penyelidikan masih dalam tahap pendalaman.
Baca Juga: BYD M6 DM vs Toyota Veloz Hybrid, Duel MPV Hybrid Favorit dengan Karakter Berbeda
Polisi telah melakukan klarifikasi dan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.
Untuk penetapan tersangka menunggu hasil otopsi.
Polisi menyatakan segera menginformasikan perkembangan kasus tersebut setelah hasil otopsi diterima.
Diberitakan sebelumnya, Bayu terlibat ketegangan di kawasan Rumah Dinas Bupati Boyolali pada 5 April 2026.
Saat itu, Bayu berusaha meninggalkan lokasi, namun kembali dihampiri pelaku hingga akhirnya terjadi kontak fisik.
Setelah kejadian, Bayu melapor ke polisi.
Di tengah memberikan keterangan kepada penyidik, Bayu mengeluhkan sesak di bagian dada dan segera dievakuasi ke rumah sakit terdekat.
Tapi sayang, beberapa jam kemudian, Bayu meninggal dunia. (fid)
Editor : Tri Wahyu Cahyono