Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Viral Isu Teror Pocong Bawa Senjata Tajam di Ngemplak Boyolali, Polisi Pastikan Itu Hoax

Abdul Khofid Firmanda Putra • Senin, 25 Mei 2026 | 14:30 WIB
Informasi teror pocong di Ngemplak Boyolali yang cepat menyebar di media sosial. Polisi pastikan hal tersebut adalah kabar bohong. (TANGKAPAN LAYAR MEDSOS)
Informasi teror pocong di Ngemplak Boyolali yang cepat menyebar di media sosial. Polisi pastikan hal tersebut adalah kabar bohong. (TANGKAPAN LAYAR MEDSOS)

RADARSOLO.COM - Informasi di media sosial yang menyebutkan adanya teror pocong bersenjata tajam di Ngemplak, Boyolali telah ditindaklanjuti polisi. 

Polsek Ngemplak memastikan bahwa informasi tersebut adalah berita bohong alias hoax.

Isu tersebut sebelumnya menyebar secara masif di platform media sosial Threads serta melalui tangkapan layar (screenshot) pesan berantai di aplikasi WhatsApp.

Baca Juga: SD Unggulan Bukan Sekadar Label, Etik: Tak Kalah Dengan Sekolah SwastaPendidikan Terbaik

Dalam narasi digital yang beredar, disebutkan adanya modus operandi kejahatan baru di mana pelaku menyamar menggunakan kain kafan menyerupai pocong untuk menakut-nakuti warga, sebelum akhirnya melakukan aksi perampokan rumah di kawasan Kecamatan Ngemplak dan Kecamatan Banyudono.

Pesan teks tersebut juga mengklaim bahwa oknum pelaku membawa senjata tajam.

Karena itu, masyarakat diminta waspada apabila mendengarkan suara ketukan pintu pada rentang waktu dini hari antara pukul 23.00-04.00.

Kapolsek Ngemplak AKP Widarto menjelaskan, pascamerebaknya kabar tersebut di jagat maya, anggota langsung diterjunkan untuk melakukan konfirmasi serta validasi data di lapangan.

Petugas menggelar patroli malam skala mikro dan berkoordinasi secara intensif dengan seluruh jajaran perangkat desa di wilayah hukum Ngemplak.

“Memang beberapa hari terakhir kita mendengar berita tentang hal itu (teror pocong). Setelah kami lakukan patroli dan koordinasi dengan perangkat desa, tidak ada isu tersebut,” tegas kapolsek, Senin (25/5/2026).

Baca Juga: Store hingga Mes Kena Vandalisme Usai Persis Solo Terdegradasi, Ini Respons Manajemen

Widarto memastikan, berdasarkan indikator keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di tingkat desa, situasi lingkungan terpantau kondusif dan terkendali tanpa adanya gangguan keamanan fisik sebagaimana yang dikhawatirkan dalam unggahan media sosial.

Guna meredam kepanikan publik, Polsek Ngemplak telah menginstruksikan para personel Bhabinkamtibmas untuk mengomunikasikan kabar bohong itu ke masing-masing desa binaan.

Warga diimbau untuk menyaring setiap informasi yang diterima secara digital dan tidak turut serta meneruskan pesan yang belum terverifikasi keabsahannya.

Baca Juga: Komisi IV DPRD Boyolali Desak Disdikbud Segera Teliti Temuan Objek Diduga Cagar Budaya di Desa Nepen

“Yang jelas sampai saat ini situasi kamtibmas di wilayah kami aman. Jika warga melihat atau menemukan hal mencurigakan, silakan segera melapor ke Polsek melalui nomor 110,” tegas AKP Widarto.

Pihak kepolisian berharap masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan tenang pada malam hari, serta menyerahkan penanganan pengawasan keamanan lingkungan pada pos ronda mandiri dan giat patroli rutin kepolisian. (fid)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#Boyolali #polsek ngemplak #teror pocong #berita bohong #hoax