BPBD Boyolali: Belum Ada Laporan Kekeringan, Hujan Masih Turun di Masa Pancaroba  

Abdul Khofid Firmanda Putra • Dipublikasikan Kamis, 28 Mei 2026 | 12:49 WIB
BPBD Boyolali: Belum Ada Laporan Kekeringan, Hujan Masih Turun di Masa Pancaroba (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)
BPBD Boyolali: Belum Ada Laporan Kekeringan, Hujan Masih Turun di Masa Pancaroba (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM  – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali memastikan hingga akhir Mei 2026, belum ada laporan kekeringan maupun permohonan bantuan distribusi air bersih dari masyarakat.

Hujan yang masih turun di masa pancaroba menjadi salah satu alasan utama.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Boyolali, Ari Wahyu Prabowo membenarkan kabar tersebut. Hingga saat ini, pihaknya belum mendapat laporan masuk terkait dengan kekeringan dan permohonan dropping air.

Menurut Ari, kondisi ini dipengaruhi cuaca di Boyolali yang masih sering diguyur hujan, meski intensitas dan frekuensinya sudah mulai berkurang dibanding bulan sebelumnya.

Hujan yang masih turun sekitar satu hingga dua kali dalam sepekan dinilai normal. Boyolali saat ini berada pada masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau.

“Memang saat ini pola cuaca masih cukup dinamis. Sampai hari ini di Boyolali masih terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang meskipun frekuensinya mulai berkurang. Jadi, kondisi tersebut masih cukup wajar pada masa peralihan musim atau pancaroba,” jelasnya Kepada Jawa Pos Radar Solo, Kamis (28/5).

Secara klimatologis, potensi hujan pada periode transisi musim masih mungkin terjadi, terutama sore hingga malam hari.

Karena itu, curah hujan saat ini belum bisa dikategorikan sebagai anomali cuaca.

Terkait potensi dampak El Nino, BPBD Boyolali menegaskan tetap mengacu pada data resmi BMKG.

“Secara umum, El Nino dapat memicu penurunan curah hujan dan meningkatkan suhu udara. Namun, dampaknya di tiap daerah bisa berbeda-beda, sehingga kami perlu terus memonitor perkembangan aktual di lapangan,” tambahnya.

Memasuki akhir Mei hingga beberapa waktu ke depan, potensi hujan masih ada meski trennya menurun, dibarengi suhu udara yang mulai terasa lebih hangat.

“Nanti tentunya kita akan terus memperbarui informasi berdasarkan data yang dirilis resmi oleh BMKG serta terus memonitor perkembangan riil di lapangan,” tuturnya.(fid)

Editor : Nur Pramudito
Sumber : Radar Solo
Boyolali BPBD Boyolali kekeringan