RADARSOLO.COM-Penyidik Polres Boyolali melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Sindon, Dukuh Jantir RT 02 RW 01, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, Sabtu (30/5/2026).
Langkah ini ditempuh guna menyelidiki adanya indikasi dugaan kematian tidak wajar salah seorang warga.
Proses pembongkaran makam berlangsung dari pukul 07.15-13.03 melibatkan Tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) serta Tim Disaster Victim Identification (DVI) Identifikasi Polda Jawa Tengah.
Warga yang diekshumasi adalah seorang ibu rumah tangga berinisial A (57), yang sebelumnya ditemukan meninggal dunia di rumahnya dan dimakamkan pada Selasa (19/5/2026).
Indikasi kejanggalan awal dilaporkan oleh kakak kandung korban, Widodo (61).
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, pada Senin (18/5/2026) sore, A menerima kiriman makanan berupa sate ayam yang diantarkan jasa ojek daring.
Karena tidak mengetahui siapa yang mengirimkan sate ayam itu, A menelepon Luriyanti, anaknya yang tinggal di Kismoyoso.
“Oleh Luriyanti, ibunya diminta untuk tidak memakan sate itu karena tidak diketahui siapa yang mengirim,” terang Widodo.
Pada malam harinya, P mengunjungi A dengan membawa roti dan mengatakan bahwa dialah yang memesan sate ayam.
Namun, pada Selasa (19/5/2026) pagi, korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia di dalam rumah.
Anehnya, ditemukan sisa muntahan makanan pada pakaian, mulut mengeluarkan busa, serta adanya perubahan warna membiru pada area mulut dan telinga.
Melihat kejanggalan tersebut, pihak keluarga melakukan konsultasi hukum ke Polsek Ngemplak pada Kamis (21/5/2026).
Kemudian ditindaklanjuti dengan melayangkan laporan ke Polres Boyolali pada Senin (25/5/2026).
Baca Juga: Pemkab Sukoharjo Dorong Jamu Tradisional Jadi Welcome Drink di Hotel-Hotel
Polisi kemudian melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan mengamankan barang bukti di sekitar lokasi rumah korban.
Proses otopsi forensik diputuskan untuk dilakukan langsung di area TPU Desa Sindon.
Pelaksanaan ekshumasi mendapatkan pengawalan ketat dari 38 personel gabungan Polres Boyolali dan Polsek Ngemplak yang dipimpin oleh Kapolsek Ngemplak AKP Widarto.
Proses penggalian liang lahat oleh Tim DVI Polda Jateng dimulai tepat pada pukul 10.30.
Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra mengatakan, penempatan personel pengamanan di sekitar makam bertujuan menjaga kondusivitas lingkungan sekitar, serta memastikan seluruh tahapan teknis kedokteran kehakiman berjalan linier.
Seluruh sampel organ dan sisa material dari jenazah A telah diamankan oleh tim dokter.
Baca Juga: Rem Blong, Truk Bermuatan 3 Ekor Kuda Masuk Jurang 8 Meter di Ampel Boyolali, Sopir Meninggal Dunia
Pihak Satreskrim Polres Boyolali menyatakan masih harus menunggu hasil uji Laboratorium Forensik (Labfor) Semarang dan Biddokkes Polda Jateng untuk menyimpulkan penyebab pasti kematian A. (fid)