RADARSOLO.COM - Duka masih menyelimuti keluarga A, 57, warga Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Boyolali.
Ibu rumah tangga yang sehari-hari hidup mandiri tersebut ditemukan terbujur kaku di ruang tamu rumahnya dengan kondisi mengenaskan, Selasa (19/5/2026) pagi.
Yang membuat heran, ada sisa muntahan makanan pada pakaian A, serta mulut berbusa, dan warna membiru pada area mulut serta telinga.
Baca Juga: Link Live Streaming Nonton Kiandra Ramadhipa di Race 2 Red Bull Rookies Cup Italia 2026
Jasad A kali pertama ditemukan oleh anak keduanya, Luriyanti Putri, sekitar pukul 06.30 saat hendak berangkat kerja.
Pagi itu, karena pintu rumah terkunci rapat dan tidak ada respons, Luri sapaan akrab Luriyanti mengintip dari ventilasi jendela.
Dia melihat ibunya dengan posisi tak bergerak sama sekali.
Akhirnya, dibantu tetangga, Luri mendobrak pintu rumah.
Tangis pun pecah, karena A diketahui sudah tidak bernyawa.
Sebelum meninggal, A sempat menghubungi Luri untuk menanyakan kiriman sate ayam lewat ojek daring.
Namun Luri tak merasa memasan sate ayam untuk dikirimkan kepada ibunya.
Karena khawatir, Luri meminta ibunya tak memakan sate ayam itu.
Tapi ternyata, A tetap mengonsumsi sate ayam.
“Satenya habis, dan di tempat sampah ditemukan sisa tusuk sate,” ungkap Safitri, keponakan A, Minggu (31/5/2026).
Lebih anehnya lagi, ayam peliharaan A ditemukan mati di area rumah.
Diduga, ayam itu mematuk sisa bumbu sate ayam yang sebelumnya dikonsumsi A.
Di lain sisi, selama ini A dikenal sebagai sosok ibu yang hidup sederhana.
Baca Juga: Sejarah Baru! Timnas Indonesia Debut di EA Sports FC 26 dan FC Mobile
Sejak kedua anaknya, Indung dan Luriyanti Putri berkeluarga dan tinggal bersama pasangan masing-masing, A tinggal sendirian di rumah tersebut.
Meski hidup sendiri, anak-anak A tetap perhatian dan kerap mampir ke rumah.
A yang tidak tegaan dan sayang ketika membuang makanan diduga menjadi alasan mengapa dia tetap menyantap kiriman sate ayam meskipun telah dilarang anaknya.
Kini polisi masih berupaya mengungkap penyebab pasti kematian A dengan melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam pada Sabtu (30/5/2026). (fid)
Editor : Tri Wahyu Cahyono