Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Ingatkan Peristiwa Glamping Temanggung, Polres Boyolali Perketat Pengawasan Aturan Pendakian

Abdul Khofid Firmanda Putra • Senin, 1 Juni 2026 | 12:38 WIB
Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra menyosialisasikan keselamatan pendakian kepada ratusan pendaki di Balai Taman Nasional Gunung Merbabu Jalur Selo, Minggu (31/5/2026). (DOK.POLRES BOYOLALI)
Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra menyosialisasikan keselamatan pendakian kepada ratusan pendaki di Balai Taman Nasional Gunung Merbabu Jalur Selo, Minggu (31/5/2026). (DOK.POLRES BOYOLALI)

RADARSOLO.COM-Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra melakukan sosialisasi keselamatan pendakian secara langsung kepada ratusan pendaki di Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) Jalur Selo, Kabupaten Boyolali, Minggu (31/5/2026).

Kegiatan edukasi preventif ini ditujukan menekan risiko kecelakaan di gunung sekaligus menjaga kelestarian ekosistem hutan.

Agenda sosialisasi tersebut berlangsung dari pukul 09.00 WIB hingga 10.15 WIB dan diikuti oleh sekitar 300 pendaki yang bersiap melakukan pendakian melalui gerbang Selo.

Baca Juga: Update Bursa Transfer Liga 1, Hari Ini: Bali United, Persija Jakarta, Arema FC, dan Persija Jakarta Mulai Buat Kejutan dan Lepas Legenda Klub

Langkah taktis ini digelar pihak kepolisian merespons insiden fatalitas lingkungan yang terjadi di kawasan wisata glamping Kabupaten Temanggung yang menewaskan satu keluarga beberapa waktu lalu.

Kapolres menggunakan rekam peristiwa tersebut sebagai poin referensi utama agar para pendaki memperketat aspek kewaspadaan di alam bebas.

Dalam instruksi teknisnya, AKBP Indra Maulana Saputra menggarisbawahi tiga parameter krusial yang wajib dipenuhi oleh setiap individu sebelum dan selama aktivitas pendakian berlangsung.

Parameter tersebut meliputi kesiapan kondisi fisik, kelengkapan logistik dan peralatan proteksi yang memadai, serta pemantauan berkala terhadap faktor keamanan dan indikator kesehatan pribadi selama bergerak menuju puncak Merbabu.

“Pahami batas kemampuan diri, jangan paksakan jika tubuh sudah memberi sinyal,” kata AKBP Indra Maulana Saputra saat memberikan pengarahan di hadapan ratusan pendaki.

Di samping faktor keselamatan fisik, Kapolres juga memberikan perhatian khusus pada sektor pelarangan pembuangan limbah sampah domestik secara sembarangan di sepanjang jalur pendakian.

Baca Juga: Indonesia Open 2026 Resmi Bergulir, Berikut Daftar Lengkap Pemain Indonesia di Semua Sektor

Selain dapat merusak ekologi taman nasional, akumulasi sampah anorganik dinilai memiliki potensi linier sebagai pemicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya saat memasuki siklus musim kemarau.

Manajemen Polres Boyolali mengingatkan bahwa material kecil seperti sisa puntung rokok yang masih menyala atau pecahan kaca dapat bertindak sebagai pemantik titik api awal.

Oleh sebab itu, kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) yang diterbitkan oleh Balai TNGMb Jalur Selo diposisikan sebagai instrumen mutlak untuk meminimalisir potensi kecelakaan kerja di alam.

Baca Juga: Persebi Boyolali Menang Perdana di Liga 4 Piala Presiden, eks Bomber Timnas Apresiasi Kualitas Pemain Persipani Paniai

“Mulai dari registrasi, cek perlengkapan, hingga mengikuti aturan jalur wajib dipatuhi demi rasa aman dan nyaman,” tambah Kapolres.

Pasca-penyampaian materi sosialisasi, jajaran Polres Boyolali bersama pihak pengelola Balai TNGMb memasang sejumlah spanduk berisi maklumat imbauan keselamatan serta daftar larangan tertulis di area strategis Jalur Selo.

Pemasangan media informasi visual ini diharapkan dapat menjadi pengingat berkelanjutan bagi setiap kelompok pendaki yang datang ke kawasan tersebut. (fid)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#polres boyolali #gunung merbabu #kapolres boyolali AKBP Indra Maulana Saputra #pengawasan #pendakian