RADARSOLO.COM- Pemkab Boyolali merilis rangkaian agenda perayaan Hari Jadi ke-179 Kabupaten Boyolali tahun 2026.
Peringatan tahunan kali ini mengusung tema resmi “Bersolek, Merawat Tradisi dan Memoles Potensi” yang akan diselenggarakan secara berkala sepanjang bulan Juni.
Ketua Panitia Hari Jadi ke-179 Boyolali Syawalludin menuturkan, tema yang diangkat memiliki tiga pilar pemaknaan strategis untuk arah kebijakan pembangunan daerah.
Baca Juga: Persis Solo Turun Kasta, Dimitri Lima: Klub Ini Akan Kembali ke Tempat yang Layak
Pilar pertama, "Boyolali Bersolek", didefinisikan sebagai langkah pembenahan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta optimalisasi sistem pelayanan publik instansi pemerintahan.
Pilar kedua, "Merawat Tradisi", difokuskan pada pemeliharaan nilai luhur gotong royong, toleransi, dan kerukunan warga.
Pilar ketiga, "Memoles Potensi", diwujudkan melalui akselerasi sektor-sektor ekonomi unggulan daerah.
“Seperti pertanian, peternakan, UMKM, ekonomi kreatif, dan pariwisata agar lebih kompetitif,” kata Syawalludin yang juga menjabat Sekda Boyolali.
Di samping itu, pada aspek pelestarian lingkungan, Bupati Boyolali menerbitkan imbauan resmi kepada seluruh instansi kedinasan, sektor swasta, maupun lembaga kemasyarakatan untuk meniadakan kiriman karangan bunga ucapan selamat dan menggantinya dengan donasi bibit pohon.
"Bibit pohon yang terkumpul nantinya ditanam di kawasan yang membutuhkan ruang terbuka hijau, seperti bantaran sungai dan sekitar jembatan," ujar Syawalludin.
Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Boyolali Budi Prasetyaningsih merinci kalender operasional kegiatan yang dijadwalkan buka pada tanggal 4 Juni dan rampung pada tanggal 26 Juni 2026.
Berikut adalah draf lini masa agenda utama perayaan:
-
Kamis, 4 Juni 2026: Pelaksanaan khataman Al-Qur'an di Pendopo Alit Rumah Dinas Bupati, dilanjutkan agenda Kirab Obor serta Niti Tilas ke Kali Gede yang melibatkan 22 camat se-Kabupaten Boyolali.
-
Jumat, 5 Juni 2026: Kegiatan ziarah resmi ke makam Ki Ageng Pandanaran dan Pembukaan Merbabu Art Festival.
-
Sabtu, 13 Juni 2026: Pelaksanaan puncak acara berupa Kirab Budaya dan Boyolali Night Carnival.
-
Jumat, 26 Juni 2026: Penutupan rangkaian peringatan dengan agenda Pengajian Akbar.
Budi Prasetyaningsih, yang akrab disapa Ning menambahkan, panitia juga menyelenggarakan Festival Soto Nusantara di kawasan Patung Susu Murni.
Menyajikan ragam hidangan soto khas daerah. Seperti Soto Boyolali, Soto Sokaraja, hingga Soto Lamongan.
Untuk klaster kuliner ini, disediakan kuota sebanyak 500 porsi soto gratis untuk masyarakat.
Baca Juga: Fungsi Lubang Lantai Besalen: Ragam Simbol Kosmologis dalam Tradisi Tempa Keris Nusantara
“Sepanjang Juni akan ada donor darah, bakti sosial, pembagian sembako, panen raya, hiburan rakyat, dan kompetisi olahraga,” urai Ning.
Pada sektor kesenian, perayaan tahun ini mengintegrasikan pelaksanaan Merbabu Art Festival ke-6 yang membawa tema kultural "Titi Jagat".
Sebuah representasi ajakan keselarasan hidup manusia dengan alam dan pelestarian warisan leluhur.
Agenda seni ini melibatkan performa dari para pelajar tingkat SMP dan SMA se-Boyolali yang telah menjalani masa persiapan latihan selama tiga bulan.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Boyolali Nur Arifin menyatakan dukungannya dan berharap momentum ini dapat mengonsolidasikan seluruh kekuatan sektor di daerah.
"Potensi Boyolali sangat besar, baik dari sisi sumber daya alam maupun manusianya. Mari bersama-sama membangun Boyolali agar semakin maju, mandiri, dan sejahtera," pungkas Nur Arifin. (fid)
Editor : Tri Wahyu Cahyono