RADARSOLO.COM- Intensitas temuan dan laporan ular yang masuk ke kawasan permukiman di Kabupaten Boyolali mengalami peningkatan.
Kurang dari 24 jam, Satuan Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Boyolali mencatat telah melakukan tindakan evakuasi sebanyak tiga kali di empat lokasi yang berbeda.
Guna menangani laporan tersebut, pihak Damkar menerjunkan Regu 01, Regu 03, dan Regu 04 secara bergantian ke lapangan.
Baca Juga: Gunakan Angkot, Rombongan Duta Wisata Wonogiri Jelajahi Petilasan Raden Mas Said
Aktivitas penanganan paling padat tercatat dilakukan oleh personel Regu 04 sejak Senin (1/6) malam.
Kabid Damkar Satpol PP Boyolali, Supriyono, merinci kronologi masuknya laporan operasional sebagai berikut:
-
Senin (1/6) pukul 23.15 WIB: Laporan pertama datang dari seorang warga bernama Dhita di wilayah Kenteng. Unit Rescue AD7508XD Regu 04 dikerahkan ke lokasi untuk mengevakuasi satu ekor ular jenis sanca kembang yang masuk ke dalam rumah.
-
Selasa (2/6) pukul 00.18 WIB: Saat penanganan di Kenteng masih berjalan, laporan kedua masuk dari warga bernama Pujiyono di Karanggede. Pihak Damkar meluncurkan Unit Water Supply AD 8041XD untuk mengevakuasi ular dari jenis yang sama.
-
Selasa (2/6) pukul 06.20 WIB: Personel Regu 03 melakukan evakuasi di halaman rumah warga bernama Muhamad Aufa Ridho Wibowo. Ular tersebut pertama kali visual oleh pemilik rumah saat sedang melakukan aktivitas menyiram tanaman bunga.
-
Selasa (2/6) pukul 07.00 WIB: Personel Regu 01 dikerahkan menuju kediaman warga bernama Siti untuk mengamankan seekor ular yang ditemukan melintas di area struktur atap bangunan rumah.
“Karena tidak berani mengevakuasi sendiri, ia memilih menghubungi Damkar. Petugas melakukan evaluasi medan kerja, evakuasi ular, hingga memastikan area sudah aman,” kata Supriyono menjelaskan prosedur penanganan pada Selasa (2/6).
Pada kasus evakuasi di rumah Siti, pemilik rumah mendeteksi keberadaan ular tersebut saat hendak beraktivitas di dapur untuk memasak.
Pasca-evakuasi oleh petugas, ular yang merayap di langit-langit tersebut teridentifikasi sebagai jenis kobra jawa yang memiliki tingkat bisa tinggi dan berbahaya.
Sanca dan kobra tersebut dilaporkan berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban luka atau cedera pada pemilik rumah.
Menurut analisis kedinasan, maraknya fenomena ular yang masuk ke area domestik warga ini dipicu oleh faktor kondisi cuaca yang lembap serta tibanya musim peralihan (pancaroba).
Pada siklus musim ini, karakteristik ular secara alami akan bergerak mencari tempat hunian yang cenderung hangat, kering, serta aman untuk berlindung.
Merespons tren kenaikan kasus ini, manajemen Damkar Boyolali kembali mengeluarkan imbauan resmi agar warga tetap tenang saat berpapasan dengan ular, serta melarang keras adanya tindakan penangkapan secara mandiri tanpa dibekali keahlian dan peralatan pelindung yang memadai. (fid)
Editor : Tri Wahyu Cahyono