Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Kurang dari 24 Jam, Damkar Boyolali Evakuasi Ular Sanca dan Kobra di Empat Lokasi

Abdul Khofid Firmanda Putra • Selasa, 2 Juni 2026 | 17:26 WIB
Personel Damkar Sukoharjo cekatan tangani ular yang masih permukiman. (DOK.DAMKAR BOYOLALI)
Personel Damkar Sukoharjo cekatan tangani ular yang masih permukiman. (DOK.DAMKAR BOYOLALI)

RADARSOLO.COM- Intensitas temuan dan laporan ular yang masuk ke kawasan permukiman di Kabupaten Boyolali mengalami peningkatan.

Kurang dari 24 jam, Satuan Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Boyolali mencatat telah melakukan tindakan evakuasi sebanyak tiga kali di empat lokasi yang berbeda.

Guna menangani laporan tersebut, pihak Damkar menerjunkan Regu 01, Regu 03, dan Regu 04 secara bergantian ke lapangan.

Baca Juga: Gunakan Angkot, Rombongan Duta Wisata Wonogiri Jelajahi Petilasan Raden Mas Said

Aktivitas penanganan paling padat tercatat dilakukan oleh personel Regu 04 sejak Senin (1/6) malam.

Kabid Damkar Satpol PP Boyolali, Supriyono, merinci kronologi masuknya laporan operasional sebagai berikut:

“Karena tidak berani mengevakuasi sendiri, ia memilih menghubungi Damkar. Petugas melakukan evaluasi medan kerja, evakuasi ular, hingga memastikan area sudah aman,” kata Supriyono menjelaskan prosedur penanganan pada Selasa (2/6).

Pada kasus evakuasi di rumah Siti, pemilik rumah mendeteksi keberadaan ular tersebut saat hendak beraktivitas di dapur untuk memasak.

Pasca-evakuasi oleh petugas, ular yang merayap di langit-langit tersebut teridentifikasi sebagai jenis kobra jawa yang memiliki tingkat bisa tinggi dan berbahaya.

Sanca dan kobra tersebut dilaporkan berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban luka atau cedera pada pemilik rumah.

Baca Juga: Bursa Transfer Liga 1: Salam Perpisahan Haru Nico Alfriyanto untuk Persija Jakarta,Kian Dekat dengan Klub Milik Presiden Prabowo

Menurut analisis kedinasan, maraknya fenomena ular yang masuk ke area domestik warga ini dipicu oleh faktor kondisi cuaca yang lembap serta tibanya musim peralihan (pancaroba).

Pada siklus musim ini, karakteristik ular secara alami akan bergerak mencari tempat hunian yang cenderung hangat, kering, serta aman untuk berlindung.

Merespons tren kenaikan kasus ini, manajemen Damkar Boyolali kembali mengeluarkan imbauan resmi agar warga tetap tenang saat berpapasan dengan ular, serta melarang keras adanya tindakan penangkapan secara mandiri tanpa dibekali keahlian dan peralatan pelindung yang memadai. (fid)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#evakuasi ular sanca #Ular masuk permukiman #ular berbisa #Damkar Boyolali