RADARSOLO.COM-Rombongan jemaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 1 Embarkasi Solo (SOC) tiba di tanah air melalui Bandara Internasional Adi Soemarmo, Boyolali, Selasa (2/6) pukul 20.55.
Guna menjaga kondisi fisik dan kesehatan jemaah pascapenerbangan jarak jauh, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menerapkan kebijakan pemangkasan prosesi seremonial penyambutan.
Baca Juga: Kejagung Geledah Kantor BGN Sejak Subuh, Karyawan Terlantar dan Dilarang Masuk Gedung
Ketua PPIH Embarkasi Solo Fitriyanto menerangkan, pada musim haji 2026 terdapat perubahan alur operasional di mana seluruh rangkaian pemeriksaan dokumen imigrasi serta skrining Bea Cukai.
Yakni diselesaikan langsung di area terminal bandara sesaat setelah jemaah turun dari pesawat.
Langkah ini berbeda dengan regulasi tahun-tahun sebelumnya yang menempatkan proses pemeriksaan di dalam lingkungan asrama haji.
Setelah menyelesaikan administrasi di bandara, armada bus langsung membawa jemaah menuju ke Asrama Haji Donohudan untuk prosesi pemulangan ke daerah asal.
Setibanya di depan Gedung Muzdalifah, sejumlah jemaah langsung melakukan sujud syukur.
Salah seorang jemaah haji yang berangkat bersama istrinya, Imam Subekti, menyampaikan apresiasinya terhadap sistem pelayanan yang diberikan.
“Hari ini kami sampai di Tanah. Terima kasih kepada semuanya, termasuk kepada pemerintah yang telah melayani kami semuanya dengan sangat baik,” kata Imam Subekti di Asrama Haji Donohudan.
Baca Juga: Ana Malika Jadi Pembeda, NAM ABP Women Amankan Kemenangan Tipis atas F4ST Angels
Pihak PPIH menegaskan bahwa minimalisasi agenda formalitas di asrama murni ditujukan sebagai bentuk perlindungan kesehatan jemaah dari faktor kelelahan akut.
“Alhamdulillah, proses kedatangan berjalan sangat lancar. Di asrama, jemaah hanya kita terima sebentar untuk mendapatkan arahan dan penyambutan singkat dari Pak Gubernur Jawa Tengah,” ujar Fitriyanto.
Berdasarkan draf data manifes penerbangan, Kloter 1 SOC semula berangkat dengan kekuatan 360 jemaah.
Namun jumlah yang kembali tercatat sebanyak 358 orang. Dua orang jemaah asal Kabupaten Tegal dilaporkan wafat di Tanah Suci dan dimakamkan di Kota Makkah.
Kendati demikian, kapasitas kursi pesawat yang kosong diisi oleh dua jemaah haji asal Kota Solo yang ikut diterbangkan pulang bersama rombongan kloter ini.
Secara akumulatif, Fitriyanto menyebut grafik angka kematian jemaah Debarkasi Solo pada musim haji tahun 2026 ini mengalami penurunan yang signifikan.
Yakni tercatat sebanyak 27 jemaah wafat, berbanding terbalik dengan data musim lalu yang menyentuh angka 70 jemaah.
Penurunan ini diklaim sebagai dampak dari pengetatan parameter istiṭāʻah kesehatan di fase keberangkatan awal.
“Alhamdulillah, ini merupakan penurunan angka kematian yang sangat luar biasa. Hal ini terjadi berkat pengetatan pemeriksaan kesehatan di awal. Jemaah yang belum memenuhi syarat istiṭāʻah kesehatan kita minta melakukan perbaikan medis dahulu, dan baru kita prioritaskan berangkat pada tahun depan,” urai Fitriyanto.
Mayoritas penyebab fatalitas jemaah dilatarbelakangi oleh rekam penyakit bawaan, seperti gangguan jantung, asma, serta Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).
Dari total 29.116 jemaah yang sempat masuk ke Asrama Haji Donohudan pada fase keberangkatan, sebanyak 29.039 jemaah berhasil diterbangkan ke Arab Saudi, sementara 77 orang lainnya terpaksa dipulangkan ke daerah masing-masing karena tidak lolos validasi kesehatan.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang memantau pemulangan jemaah Kloter 1mengapresiasi kinerja tim teknis lintas sektoral.
Terutama atas efektivitas penunjukan Koordinator Wilayah (Korwil) di tiap provinsi yang dinilai membuat eksekusi pelayanan menjadi lebih responsif.
“Kualitas pelayanan ini semakin hari semakin bagus dan responsif. Sinergi antara petugas haji, pihak imigrasi, kesehatan, hingga penunjukan Korwil di tiap wilayah terbukti mengoptimalkan penanganan jemaah di lapangan,” terang gubernur.
Luthfi juga memberikan pesan moral agar para jemaah dapat mengimplementasikan nilai-nilai sosial yang diperoleh selama beribadah di Arab Saudi sekembalinya ke lingkungan tempat tinggal.
“Kami mengucapkan selamat datang kembali bagi para jemaah. Anda semua adalah duta masyarakat Jawa Tengah di Makkah yang telah membawa nilai kesabaran, gotong royong, dan toleransi tinggi,” imbau Luthfi.
Pasca-pemberian arahan singkat, seluruh jemaah haji Kloter 1 langsung diarahkan kembali naik ke dalam bus daerah untuk diberangkatkan menuju ke kabupaten/kota asal masing-masing. (fid)
Editor : Tri Wahyu Cahyono