RADARSOLO.COM - Tanda tanya besar siapa pengirim sate ayam pada H-1 meninggalnya A (57), ibu rumah tangga warga Desa Sindon, Ngemplak, Boyolali terkuak.
Diketahui, A ditemukan tak bernyawa dengan kondisi janggal setelah sebelumnya diduga mengonsumsi menu sate ayam yang dikirim via ojek daring.
Keluarga A kemudian melaporkan hal tersebut ke Mapolres Boyolali dan ditindaklanjuti dengan ekshumasi atau membongkar makam A untuk diotopsi.
Selain itu, 8 orang saksi juga telah diminta keterangannya. Termasuk P, menantu A.
Di hadapan penyidik, P mengakui bahwa dirinya yang mengirimkan sate ayam kepada A.
"Iya mengakui. Hari ini tadi kita periksa," ujar Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra ditemui di Stadion Kebo Giro Boyolali, Rabu (3/6/2026).
Kapolres menjelaskan, P diperiksa sebagai saksi.
Pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap rangkaian peristiwa yang berujung pada kematian A pada Selasa (19/5/2026).
Meski P telah mengakui sebagai pengirim sate, polisi belum merinci hasil pemeriksaan lebih lanjut.
Baca Juga: Sapu Bersih Truk ODOL Menuju 2027, Dishub Solo Blacklist 80 Armada yang Modifikasi Sasis Ilegal!
Kapolres menegaskan, saat ini penyidik masih menunggu hasil otopsi dan uji laboratorium forensik dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Tengah.
Hasil itu yang akan menentukan apakah ada unsur pidana atau murni kematian alami.
"Besok ya, kita tunggu hasil otopsi dulu. Pasti nanti kita sampaikan berita besarnya," tambahnya.
Diketahui, A ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya pada Selasa 19 Mei 2026.
Keluarga mendapati kejanggalan pada jasad A. Di antaranya mulut berbusa. (fid)
Editor : Tri Wahyu Cahyono