RADARSOLO.COM- Pemkab Boyolali merilis draf rangkaian kegiatan resmi dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-179 Kabupaten Boyolali tahun 2026.
Peringatan tahun ini membawa tema "Boyolali Bersolek, Merawat Tradisi dan Memoles Potensi" dengan memadukan unsur kebudayaan, seni, kuliner, olahraga, hingga aksi sosial.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Boyolali Budi Prasetyaningsih, merinci kalender operasional kegiatan yang dijadwalkan mulai 4 Juni-26 Juni 2026.
Baca Juga: Alami Pembengkakan Jari, Warga Datangi Kantor Damkar Boyolali untuk Potong Cincin
Berikut adalah urutan draf agenda utama yang telah disusun oleh panitia:
-
Kamis, 4 Juni 2026: Pelaksanaan khataman Al-Qur'an di Pendopo Alit Rumah Dinas Bupati Boyolali. Pada waktu malam, dilanjutkan dengan agenda Kirab Obor serta Niti Tilas dari Rumah Dinas Bupati menuju ke kawasan Kali Gede yang diikuti oleh 22 camat se-Boyolali.
-
Jumat, 5 Juni 2026: Kegiatan ziarah resmi ke makam Ki Ageng Pandanaran, yang kemudian dirangkai dengan Pembukaan Merbabu Art Festival (Merbabu AdvFest 2026).
-
Sabtu, 13 Juni 2026: Pelaksanaan puncak perayaan melalui pementasan Kirab Budaya dan Boyolali Night Carnival.
-
Jumat, 26 Juni 2026: Penutupan seluruh rangkaian peringatan Hari Jadi yang diisi dengan agenda Pengajian Akbar.
Selain acara seremonial tersebut, pada Sabtu, 13 Juni 2026 mulai pukul 09.00, panitia menggelar agenda unggulan berupa Festival Soto Nusantara bertempat di kawasan Patung Susu Murni Boyolali.
Festival culinary ini menyediakan 13 stan soto dari berbagai daerah. Seperti Soto Boyolali, Soto Sokaraja, hingga Soto Lamongan—serta 12 stan UMKM, dengan alokasi porsi yang dibagikan secara gratis kepada pengunjung sebanyak 500 porsi.
Sepanjang bulan Juni, perayaan juga ditunjang dengan donor darah, bakti sosial, pembagian paket sembako, kegiatan panen raya, kompetisi olahraga, serta panggung hiburan rakyat.
Ketua Panitia Hari Jadi ke-179 Boyolali Syawalludin menjelaskan, momentum tahun ini difokuskan sebagai ruang penguatan identitas daerah serta optimalisasi potensi lokal.
"Boyolali bersolek bukan hanya mempercantik kota, tetapi juga memperkuat kualitas sumber daya manusia dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," kata Syawalludin dalam keterangannya pada program Podcast Merapi di Simpang Siaga Boyolali.
Baca Juga: Susul Mapel Batik, DPRD Beri Lampu Hijau Usulan Sejarah Kota Solo Jadi Pelajaran Formal Sekolah
Syawalludin menjabarkan ada tiga pilar filosofis dalam tema tahun ini, yaitu "Bersolek" yang melambangkan semangat pembenahan mutu pembangunan; "Merawat Tradisi" sebagai instruksi menjaga nilai gotong royong, toleransi, dan kerukunan; serta "Memoles Potensi" yang mengarah pada optimalisasi sektor peternakan, pertanian, UMKM, ekonomi kreatif, dan pariwisata daerah.
Di sisi lain, Pemkab Boyolali kembali menerapkan kebijakan berbasis lingkungan dengan mengimbau jajaran instansi, perusahaan swasta, dan lembaga kemasyarakatan untuk mengganti pengiriman karangan bunga ucapan selamat menjadi donasi berbentuk bibit pohon.
"Kami berharap gerakan ini semakin memperkuat komitmen Boyolali terhadap pelestarian lingkungan hidup," ujar Syawalludin mengenai rencana penanaman bibit tersebut di area bantaran sungai, jembatan, dan zona ruang terbuka hijau. (fid)
Editor : Tri Wahyu Cahyono