RADARSOLO.COM- Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Solo merilis data terbaru masa pemulangan jemaah haji tahun 2026.
Berdasarkan pencatatan resmi hingga saat ini, sebanyak 37 jemaah haji asal Debarkasi Solo wafat di Tanah Suci.
Humas PPIH Embarkasi Solo Nabiila Azka Amaalia menyampaikan bahwa puluhan jemaah yang berpulang tercatat wafat dalam beberapa fase terpisah.
Baca Juga: Keluarga Merasa Lega, Menantu Biadab yang Kirim Sate Ayam Beracun ke Mertua Akhirnya Jadi Tersangka
Rinciannya, meliputi masa pra-puncak haji atau sebelum fase Arafah-Muzdalifah-Mina (Armuzna), saat puncak haji, serta setelah seluruh rangkaian puncak haji selesai dilaksanakan.
"Kami mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya. Semoga jemaah yang wafat di Tanah Suci dalam keadaan husnul khotimah dan mendapatkan maghfiroh dari Allah SWT. Bagi keluarga yang masih mendampingi di Tanah Suci, semoga tetap diberikan kesehatan dan kelancaran dalam menyelesaikan sisa rangkaian ibadah," ujar Nabiila Azka Amaalia, Selasa (9/6/2026).
Seiring berjalannya fase pemulangan, PPIH mengingatkan para jemaah yang telah tiba di Indonesia untuk melakukan pemantauan kondisi fisik secara mandiri.
Hal ini dikarenakan jemaah baru saja menyelesaikan perjalanan jauh, serta mengalami transisi perbedaan cuaca yang ekstrem antara Arab Saudi dan Indonesia.
Jika jemaah merasakan indikasi gangguan kesehatan seperti sesak napas, kaku di area punggung, atau keluhan fisik sejenis, mereka diminta segera mendatangi fasilitas medis.
"Kami terus mengimbau jemaah yang sudah tiba di Tanah Air untuk fokus menjaga kesehatan. Mohon segera memeriksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit daerah terdekat agar bisa langsung ditangani oleh petugas medis," tegas Nabiila.
Di sisi lain, bagi kelompok jemaah yang masih mengantre jadwal kepulangan di Arab Saudi, PPIH meminta penataan barang bawaan dilakukan secara lebih teliti.
Kepatuhan terhadap aturan maskapai penerbangan menjadi faktor penentu kelancaran proses kepulangan.
Salah satu pelanggaran yang masih sering ditemukan petugas di lapangan adalah adanya air Zamzam yang disisipkan ke dalam koper bagasi.
“Hal ini sangat dilarang dan pasti akan menghambat proses pemulangan jemaah dari Tanah Suci ke tanah air. Oleh karena itu, ikuti seluruh instruksi dari petugas, baik petugas bandara maupun petugas kloter," tutur Nabiila.
Guna memastikan seluruh tahapan kepulangan berjalan tertib, PPIH Debarkasi Solo memperketat jalinan koordinasi dengan pihak maskapai penerbangan, manajemen bandara, serta tim pemandu kelompok terbang (kloter). (fid)
Editor : Tri Wahyu Cahyono