Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Tunaikan Nazar Usai Berhaji, Kakek 67 Tahun Asal Semarang Jalan Kaki Sejauh 34 Km dari Asrama Haji Donohudan Boyolali

Abdul Khofid Firmanda Putra • Kamis, 11 Juni 2026 | 11:42 WIB
Kakek Mustofa warga Dukuh Krajan RT 11/02, Desa Kedung Ringin, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang berjalan kaki dari Asrama Haji Donohudan menuju rumahnya, Kamis (11/6/2026). (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)
Kakek Mustofa warga Dukuh Krajan RT 11/02, Desa Kedung Ringin, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang berjalan kaki dari Asrama Haji Donohudan menuju rumahnya, Kamis (11/6/2026). (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Wujud syukur atas nikmat Allah SWT bisa dilakukan dengan beragam cara.

Seperti cara tak biasa yang dipilih kakek Mustofa, 67.

Jemaah haji Kloter 23 Debarkasi Solo asal Kabupaten Semarang tersebut memilih berjalan kaki sejauh 34 kilometer untuk pulang setelah tiba di Asrama Haji Donohudan (AHD) Boyolali, Kamis (11/6/2026). 

Aksi jalan kaki itu dilakukan kakek Mustofa untuk menunaikan nazar yang telah diucapkannya sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Baca Juga: Tertarik Beli Motor Listrik MBG? Ini Harga dan Cara Pesan EMMO JVX GT serta JVH Max Secara Online

Kakek Mustofa tiba di Asrama Haji Donohudan sekira pukul 07.30 dan langsung bersiap untuk memulai perjalanannya.

Berbeda dengan rombongan jemaah lain yang menggunakan bus penjemputan, lansia yang masih aktif bertani ini hanya membawa barang bawaan yang dibungkus kain putih serta mengenakan caping bertuliskan “Allah” dan "Muhammad" 

Meski petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) sempat membujuknya agar ikut pulang bersama rombongan di dalam bus, warga Dukuh Krajan RT 11/02, Desa Kedung Ringin, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang tersebut tetap memilih berjalan kaki.

Pantauan radarsolo.jawapos.com, setelah keluar dari Gedung Muzdalifah yang menjadi lokasi pelepasan jemaah, kakek Mustofa langsung disambut pihak keluarga.

“Ini dari PPIH Donohudan mau jalan kaki sampai kampung, rumah,” kata kakek Mustofa ditemui di area Asrama Haji Donohudan.

Baca Juga: Persebi Boyolali Kehilangan Kemenangan di Laga Perdana 32 Besar, Indriyanto Soroti Kartu Merah dan Keputusan Wasit

Nazar berjalan kaki, kata kakek Mustofa, telah diniatkan sejak dirinya mengikuti rangkaian manasik haji di tanah air. 

Bagi kakek Mustafa, berjalan kaki puluhan kilometer merupakan bentuk ekspresi rasa syukur atas karunia kesehatan yang diberikan selama menjalankan ibadah haji. 

Selama perjalanan, Kakek Mustofa berkomitmen untuk terus melantunkan zikir dan salawat.

“Niat saya ya waktu manasik sudah (bernazar) untuk berjalan kaki. Ya saya berniat sampai tujuan ya berzikir, membaca salawat’,” urai Mustofa.

Saat ditanya mengenai estimasi waktu tempuh, kakek Mustofa belum mengukur secara pasti rute jalan raya yang akan dilaluinya.

“Ya belum bisa membayangkan, saya belum mengukurnya (jarak perjalanan),” ujarnya.

Baca Juga: Piala Dunia 2026 Kapan Dimulai? Ini Jadwal Lengkap, Link Download, dan Versi Waktu Indonesia

Sementara itu, anak kandung kakek Mustofa, Ahmad Muntaha, bersama saudaranya yang bernama Njohriyah, berkomitmen mendampingi dan mengawal perjalanan sang ayah dari Boyolali hingga tiba di kediaman mereka di Kabupaten Semarang.

Jarak antara Asrama Haji Donohudan menuju Desa Kedung Ringin diperkirakan mencapai kisaran 34 kilometer.

Muntaha menjelaskan bahwa pihak keluarga baru mengetahui perihal nazar tersebut sesaat sebelum keberangkatan sang ayah ke Arab Saudi.

“Pas sebelum berangkat (haji) saya tanya, ada nazar apa enggak? Bapak jawabnya ternyata, ya. Awalnya enggak tahu kalau punya nazar,” ujar Muntaha.

Muntaha memastikan bahwa kondisi fisik ayahnya bugar dan sehat. Sebagai anak, ia tetap berjaga di sepanjang rute untuk mengantisipasi segala kebutuhan logistik sang ayah.

Aksi jalan kaki jarak jauh ini bukan menjadi hal baru bagi kakek Mustofa.

Sebelumnya, saat fase keberangkatan menuju Asrama Haji Donohudan, kakek Mustofa juga melakukan aksi serupa dengan berjalan kaki dari rumahnya menuju Kantor Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang. 

Perjalanan awal tersebut menghabiskan waktu tempuh sekitar 4 jam dengan memakai penutup kepala caping yang sama. (fid)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#jalan kaki #kabupaten semarang #jemaah haji #Asrama Haji Donohudan Boyolali #Nazar