Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Sensus Ekonomi 2026 Serentak, BPS Boyolali kerahkan 1.182 Petugas Door-to-Door

Abdul Khofid Firmanda Putra • Jumat, 12 Juni 2026 | 14:02 WIB
Bupati Boyolali, Agus Irawan di podium saat acara Pencanangan Sensus Ekonomi 2026. (Abdul Khofid/Radar Solo)
Bupati Boyolali, Agus Irawan di podium saat acara Pencanangan Sensus Ekonomi 2026. (Abdul Khofid/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – BPS Kabupaten Boyolali akan menggelar Pendataan Lapangan Sensus Ekonomi SE2026 secara serentak mulai 15 Juni 2026.

Pendataan door-to-door dilakukan selama 2,5 bulan hingga 31 Agustus untuk memotret seluruh usaha dan kondisi sosial ekonomi keluarga di Boyolali.

Kepala BPS Kabupaten Boyolali, Puguh Raharjo, menyebut sensus ekonomi hanya digelar 10 tahun sekali karena sifatnya mendata semua, bukan survei sampel.

“Sensus ekonomi ini kan pelaksanaannya hanya setiap 10 tahun sekali. Nah, namanya sensus itu kan kita ingin dapatkan gambaran semuanya, tidak hanya survei sampel. Makanya, pelaksanaannya ya sekali dalam 10 tahun,” ujar Puguh, Jumat (12/6).

Puguh menjelaskan cakupan pendataan sangat luas. Semua sektor usaha akan disensus, mulai pertanian, industri, perdagangan besar-kecil, UMKM, jasa, hingga ekonomi kreatif online.

Selain itu, BPS juga mengumpulkan data sosial ekonomi keluarga.

Untuk rumah tangga, petugas menanyakan nama, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, kepemilikan aset, hingga rata-rata pengeluaran. 

“Tapi kita jamin kok, kerahasiaannya aman,” tegas Puguh.

BPS Boyolali meminta masyarakat menerima petugas dan menjawab jujur. Data dijamin kerahasiaannya sesuai UU Statistik. 

Untuk membedakan petugas asli, Puguh meminta warga cek name tag.

Sebab di name tag-nya terdapat QR code, yang apabila dipindai, muncul alamat dengan foto, nama, serta datanya. 

“Jadi kalau membedakan petugas yang asli atau gadungan ya dari situ. Kalau petugas yang gadungan pasti ya kalau discan mungkin alamatnya muncul tapi bukan mitra.bps.go.id,” imbaunya.

Puguh menyebut karakteristik ekonomi 10 tahun terakhir berubah drastis.

Transaksi online, pembayaran digital, hingga UMKM naik kelas jadi sorotan utama sensus kali ini.

Dia mencontohkan, penggunaan internet untuk pelaku usaha yang tidak semasif saat ini.

Produksi dari Boyolali, pembelinya bisa dari luar kota, maupun mancanegara.

Nantinya, data yang ditanya mulai dari aset, omset, tenaga kerja, pemanfaatan internet, ekonomi kreatif, produk halal, hingga ekonomi lingkungan.

BPS Boyolali mengerahkan 1.182 petugas rekrutan masyarakat untuk 22 kecamatan.

Targetnya 300 ribu lebih rumah tangga dan jumlah usaha terdata dalam sensus ekonomi ini.

“Petugas kita ada 1.182 se-Boyolali. Itu kita rekrut dari masyarakat umum sesuai dengan kewilayahan masing-masing. Kalau penduduk, keluarga rumah tangga itu kan sekitar 300 ribu sekian. Penduduknya di Boyolali ini 1,1 juta hampir 1,2 an. Kalau usaha, di tahun 2016 saja ada 115.000 usaha,” jelas Puguh.

Puguh menuturkan, hasil jumlah awal ditarget rampung akhir 2026, sementara analisis detail karakteristik usaha dan rumah tangga baru disebarluaskan di tahun 2027.(fid)

Editor : Nur Pramudito
#BPS Boyolali #bupati boyolali #agus irawan #Boyolali #Sensus Ekonomi 2026