Berdasarkan data yang dihimpun Damkar Boyolali, rentetan kejadian tersebut tercatat sepanjang periode 18 Mei hingga 15 Juni 2026.
Tingginya insiden ini didominasi faktor kelalaian warga serta gangguan hubungan pendek arus listrik (korsleting) yang diperparah oleh kedatangan musim kemarau.
Kasus terbaru menimpa sebuah bangunan rumah tinggal sekaligus bengkel milik Tri Murtiningsih di Dukuh Ngemplak, Desa Randusari, Kecamatan Teras, yang hangus terbakar pada Senin sore (16/6).
Peristiwa kebakaran tersebut diduga kuat dipicu oleh tindakan pemilik rumah yang meninggalkan kompor dalam keadaan menyala saat sedang merebus air.
Baca Juga: Juli, Sekolah Rakyat di Mondokan Sragen Mulai Dibuka untuk Tahun Ajaran Baru
Kabid Damkar Satpol PP Kabupaten Boyolali Supriyono, mengungkapkan bahwa kombinasi antara udara kering khas musim kemarau dan rendahnya pemahaman warga menjadi faktor pemicu utama lonjakan angka kebakaran.
"Yang pertama karena sudah masuk musim kering. Kedua, kelalaian atau kurang pahamnya warga terhadap potensi penyebab kebakaran, seperti menggunakan ponsel sambil diisi daya (charge) hingga mengalami overheat," kata Supriyono kepada radarsolo.jawapos.com, Selasa (16/6).
Mengingat kondisi cuaca di seluruh wilayah Boyolali telah sepenuhnya memasuki musim kemarau, pihak Damkar meminta masyarakat untuk memperketat pengawasan mandiri.
Karakteristik udara yang kering disertai hembusan angin kencang berisiko membuat kobaran api sekecil apa pun menyebar dalam waktu singkat.
"Kami mengimbau para warga untuk menggunakan fasilitas listrik dengan bijak, tidak melakukan vandalisme, serta menjaga kebersihan lingkungan," jelas Supriyono.
Baca Juga: Diikuti 48 Peserta, Baznas Klaten Gelar Pelatihan Potong Rambut untuk Tingkatkan Kesejahteraan Warga
Sebagai langkah mitigasi bencana dari lingkup terkecil, Damkar Satpol PP Boyolali mengingatkan beberapa poin protokol keamanan rumah yang wajib dipatuhi oleh warga:
-
Pengawasan Kompor: Jangan pernah meninggalkan area dapur saat aktivitas memasak atau merebus air, serta pastikan kompor mati total sebelum keluar rumah.
-
Bijak Mengisi Daya Gawai: Hindari mengoperasikan ponsel saat sedang di-charge, dan segera cabut adaptor dari stopkontak jika baterai sudah penuh untuk mencegah risiko overheating.
-
Larangan Bakar Sampah Terbuka: Hindari aktivitas membakar sampah atau rumput kering di area terbuka, terutama jika lokasinya berdekatan dengan permukiman warga atau kandang ternak.
-
Pemeriksaan Instalasi Listrik berkala: Periksa kabel rumah secara rutin dan hubungi teknisi jika mendapati kabel terkelupas, stopkontak terasa panas, atau sekring (MCB) sering turun.
-
Penyediaan Alat Pemadam Mandiri: Siapkan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) atau sumber air yang mudah dijangkau di rumah, serta simpan nomor darurat Damkar.
Supriyono menegaskan bahwa seluruh personel penjinak api disiagakan selama 24 jam penuh untuk merespons aduan dan laporan dari masyarakat.
“Kesadaran dan tindakan pencegahan dari masyarakat adalah kunci utama agar kerugian harta benda maupun korban jiwa dapat ditekan,” pungkas Supriyono. (fid)
Editor : Tri Wahyu Cahyono