Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Bentrokan Diduga Atar Perguruan Silat Pecah di Banyudono Boyolali Saat Malam 1 Suro.

Abdul Khofid Firmanda Putra • Rabu, 17 Juni 2026 | 13:45 WIB
Tangkapan Layar Video Bentrokan Di Banyudono, Rabu (17/6) Dini hari (ISTIMEWA)
Tangkapan Layar Video Bentrokan Di Banyudono, Rabu (17/6) Dini hari (ISTIMEWA)

RADARSOLO.COM - Bentrokan singkat terjadi di wilayah Kecamatan Banyudono saat pengamanan malam 1 Suro.

Akibat kejadian tersebut satu motor honda beat yang berada di lokasi sempat terbakar dibagian bawah, namun tidak sampai hangus.

Plt Kapolsek Banyudono AKP Tri Hartono yang saat pengamanan menjelaskan kronologi kejadian.

Dia mengaku saat itu bersama personel mendapat jatah tugas penyekatan di wilayah Ngasem, kemudian bergeser ke daerah Bangak. 

Baca Juga: Rumah Sekaligus Bengkel Motor di Ngemplak Boyolali Terbakar, Api Diduga dari Kompor yang Ditinggal Ngelas

Saat berada di Bangak, barulah terjadi peristiwa penyerangan atau bentrokan itu.

Akhirnya, personel bersama-sama langsung melakukan penanganan di lokasi kejadian. Yakni tepatnya di Rest Area Banyudono, hingga Pasar Ngancar.

Sebelum bentrokan pecah sekira pukul 01.00 WIB Rabu (17/6) Dini Hari, personel dari Polres Boyolali mengamankan kegiatan doa bersama menyambut 1 Suro oleh kelompok perguruan silat PSHW di Singkil, Desa Karanggeneng, Kecamatan Boyolali. 

Setelah acara selesai, rombongan dari Singkil berjalan dari arah barat hendak pulang.

“Pemicunya terjadi secara tiba-tiba. Rombongan yang dari arah barat ini sebenarnya sudah mau pulang karena acaranya sudah selesai. Namun di tengah jalan, tepatnya di depan pasar itu, mereka dihadang oleh kelompok lain yang datang dari arah timur. Di situlah awal mula kejadiannya,” jelas Tri Hartono, Rabu (17/6).

Motor yang terbakar milik rombongan yang datang dari barat. Warga sekitar sigap membantu memadamkan api sehingga kerusakan tidak meluas. 

Tri Hartono belum mengetahui pasti kelompok yang menghadang dari arah timur tersebut.

Karena begitu bentrokan terjadi, mereka langsung melarikan diri dan membubarkan diri.

“Untungnya masyarakat sekitar juga sigap membantu memadamkan api. Pemilik sepeda motor sendiri alhamdulillah sempat menyelamatkan diri dengan berlari, lalu dibantu warga sekitar untuk memadamkan api di motornya. Makanya motor tersebut hanya terbakar sebagian kecil saja,” lanjutnya.

Tri Hartono memastikan tidak ada korban luka dan situasi langsung kondusif.

Kerugian material hanya berupa satu unit sepeda motor Honda Beat yang sempat terbakar sedikit di bagian alas atau lantai motornya.

Selain itu, saat kejadian berlangsung, pemilik motor juga meminta agar masalah ini diselesaikan di tempat dan memilih untuk tidak memperpanjangnya ke jalur hukum. 

“Oleh karena itu, situasi bisa diredam dan tidak berkembang menjadi hal-hal yang lebih mengkhawatirkan. Masalahnya selesai hari itu juga,” ungkapnya.

Beliau juga menegaskan bentrokan ini terpisah dari insiden pertama di Pasar Ngancar yang terjadi sekitar 2 jam sebelumnya, sekira Selasa pukul 10.00 WIB.

“Sepertinya itu dua kejadian yang berdiri sendiri-sendiri, karena jarak atau jeda waktunya lumayan jauh. Saat kejadian yang pertama di Pasar Ngancar, posisi personel masih standby di Bangak. Jadi memang ada jeda waktu yang cukup lumayan di antara kedua peristiwa itu,” pungkasnya.

Namun, kejadian pertama diduga bukan bentrokan, melainkan dugaan pengeroyokan.

Dari pengakuan salah satu korban pengeroyokan di Pasar Ngacar, Kecamatan Banyudono, dia mengaku berjalan menggunakan sepeda motor dari arah barat, dengan berbonceng tiga.

Setiba di lokasi, dia bersama kedua temannya tiba tiba dihadang oleh sekelompok orang, yang langsung menyerangnya.

“Saya dari barat, mau pulang. Terus dihadang tidak tahu siapa, banyak orangnya,” jelas korban usai diperiksa penyidik Polres Boyolali.(fid)

Editor : Nur Pramudito
#Boyolali #banyudono #malam 1 suro #bentrokan