Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Gunung Merapi Berstatus Siaga, Prosesi Larung Kepala Kerbau di Selo Boyolali Hanya Dikawal 10 Orang Pilihan

Abdul Khofid Firmanda Putra • Rabu, 17 Juni 2026 | 15:53 WIB
Prosesi tradisi Sedekah Gunung Merapi pada malam 1 Suro yang digelar masyarakat Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Boyolali, Selasa (16/6/2026). (ISTIMEWA)
Prosesi tradisi Sedekah Gunung Merapi pada malam 1 Suro yang digelar masyarakat Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Boyolali, Selasa (16/6/2026). (ISTIMEWA)

RADARSOLO.COM- Masyarakat Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Boyolali kembali menyelenggarakan ritual adat tradisional Sedekah Gunung Merapi pada malam 1 Suro, Selasa (16/6/2026).

Ritual turun-temurun di kawasan lereng Gunung Merapi tersebut dilaksanakan sebagai wujud ungkapan rasa syukur sekaligus permohonan doa keselamatan bagi warga sekitar.

Rangkaian prosesi diawali dengan kegiatan kirab atau arak-arakan kepala kerbau untuk dilarung menuju kawasan puncak Gunung Merapi.

Baca Juga: Prediksi Skor Portugal vs RD Kongo di Piala Dunia 2026, Susunan Pemain dan Head to Head

Menyusul kemudian arak-arakan gunungan nasi jagung, gunungan hasil bumi berupa sayur-sayuran, serta berbagai macam kelengkapan sesaji menuju ke lokasi Pendopo Joglo Merapi, Desa Lencoh.

Ketua Adat Desa Lencoh Paiman Hadi Martono menjelaskan, eksistensi tradisi ini merupakan warisan dari generasi pendahulu yang hingga kini tetap dijaga kelestariannya oleh struktur masyarakat setempat.

“Sedekah Gunung Merapi dilaksanakan setiap malam 1 Suro. Tradisi ini merupakan warisan nenek moyang yang terus dilestarikan sebagai budaya masyarakat Desa Lencoh," jelasnya. 

"Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas berbagai nikmat yang diberikan kepada masyarakat,” imbuh Paiman.

Sebelum prosesi pemberangkatan menuju puncak, komponen kepala kerbau beserta seluruh kelengkapan sesaji terlebih dahulu didoakan oleh para tokoh adat setempat.

Menjelang waktu tengah malam, kepala kerbau ditandu oleh petugas menuju ke kawasan sekitar kawah Gunung Merapi yang berjarak sekitar 4 kilometer dari titik awal keberangkatan.

Baca Juga: Indriyanto Beberkan Penyebab Persebi Tersingkir dari Liga 4: Beban Harus Lolos Terlalu Berat Diemban

Atas pertimbangan faktor keselamatan operasional di lapangan, aktivitas pengantaran kepala kerbau menuju puncak Merapi hanya didelegasikan kepada 10 orang personel pilihan.

Pembatasan ini diambil mengingat kondisi aktivitas vulkanik Gunung Merapi saat ini masih berstatus Siaga.

Salah satu momen utama dalam rangkaian acara ini adalah perebutan material gunungan oleh ratusan pengunjung dari berbagai elemen usia.

Masyarakat berdesakan untuk mendapatkan bagian dari nasi jagung serta sayuran, karena sebagian warga memercayai bahwa gunungan yang telah didoakan dapat membawa.

Baca Juga: Hajar Netic Ladies 6-2, NAM ABP Women Surakarta Resmi Lolos ke Final Four WPFL 2026

Penyelenggaraan tradisi ini menarik perhatian para wisatawan dari luar daerah hingga turis mancanegara. 

Dea, seorang pengunjung asal Kota Solo yang baru pertama kali menghadiri acara ini, menyampaikan apresiasinya.

“Menurut saya ini pengalaman yang sangat menarik. Sebagai generasi muda, kami jadi lebih mengenal budaya dan tradisi yang masih dijaga masyarakat Boyolali. Saya sangat terkesan karena ternyata masih banyak budaya lokal yang tetap lestari hingga sekarang,” urai Dea.

Selain warga domestik, dua orang wisatawan asing yang masing-masing berasal dari Australia dan Jerman ikut berpartisipasi langsung dalam mengarak gunungan.

Baca Juga: Bentrokan Diduga Atar Perguruan Silat Pecah di Banyudono Boyolali Saat Malam 1 Suro.

Wakil Bupati Boyolali Dwi Fajar Nirwana menyampaikan harapannya agar ritual adat yang pelaksanaannya bertepatan dengan momen Hari Jadi ke-179 Kabupaten Boyolali ini dapat terus dipertahankan oleh generasi muda.

“Tradisi yang diuri-uri masyarakat lereng Merapi ini tidak hanya warisan budaya, tapi juga memperkuat kebersamaan dan identitas masyarakat Boyolali,” pungkas  wakil bupati. (fid)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#sedekah gunung merapi #kecamatan selo boyolali #Desa Lencoh #malam 1 suro #gunung merapi